Pesan Tiket Mudah Murah

Rabu, 11 April 2012

Kriteria Manajer Proyek yang Baik

Seorang manager proyek merupakan seorang professional dalam bidang manajemen proyek. Manajer proyek memiliki tanggung jawab untuk melakukan perencanaan, pelaksanaan dan penutupan sebuah proyek yang biasanya berkaitan dengan bidang industri kontruksi, arsitektur, telekomunikasi dan informasi teknologi. Untuk menghasilkan kinerja yang baik, sebuah proyek harus dimanage dengan baik oleh manajer proyek yang berkualitas baik serta memiliki kompetensi yang disyaratkan.

Seorang manajer proyek yang baik harus memiliki kompetensi yang mencakup unsur ilmu pengetahuan (knowledge), kemampuan (skill) dan sikap (attitude). Ketiga unsur ini merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan proyek. Sebuah proyek akan dinyatakan berhasil apabila proyek dapat diselesaikan sesuai dengan waktu, ruang lingkup dan biaya yang telah direncanakan. Manajer proyek merupakan individu yang paling menentukan keberhasilan / kegalan proyek. Karena dalam hal ini manajer proyek adalah orang yang memegang peranan penting dalam mengintegrasikan, mengkoordinasikan semua sumber daya yang dimiliki dan bertanggung jawab sepenuhnya atas kenberhasilan dalam pencapaian sasaran proyek.

Untuk menjadi manajer proyek yang baik, terdapat 9 ilmu yang harus dikuasai. Adapun ke sembilan ilmu yang dimaksud antara lain : Manajemen Ruang Lingkup, Manajemen Waktu, Manajemen Biaya, Manajemen Kualitas, Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen Pengadaan, Manajemen Komunikasi, Manajemen Resiko, dan Manajemen Integrasi.

Ada 3 (tiga) karakteristik yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat kualifikasi seseorang untuk menjadi Manajer Proyek yaitu :
1. Karakter Pribadinya

- Memiliki pemahaman yang menyeluruh mengenai teknis pekerjaan dari proyek yang dikelola olehnya.
- Mampu bertindak sebagai seorang pengambil keputusan yang handal dan bertanggung jawab.
- Memiliki integritas diri yang baik namun tetap mampu menghadirkan suasana yang mendukung di lingkungan tempat dia bekerja.
- Asertif
- Memiliki pengalaman dan keahlian yang memadai dalam mengelola waktu dan manusia.

2. Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Proyek yang Dikelola

- Memiliki komitmen yang kuat dalam meraih tujuan dan keberhasilan proyek dalam jadwal, anggaran dan prosedur yang dibuat.
- Melaksanakan seluruh proses pengembangan proyek IT sesuai dengan anggaran dan waktu yang dapat memuaskan para pengguna/klien.
- Pernah terlibat dalam proyek yang sejenis.
- Mampu mengendalikan hasil-hasil proyek dengan melakukan pengukuran dan evaluasi kinerja yang disesuaikan dengan standar dan tujuan yang ingin dicapai dari proyek yang dilaksanakan.
- Membuat dan melakukan rencana darurat untuk mengantisipasi hal-hal maupun masalah tak terduga.
- Membuat dan menerapkan keputusan terkait dengan perencanaan.
- Memiliki kemauan untuk mendefinisikan ulang tujuan, tanggung jawab dan jadwal selama hal tersebut ditujukan untuk mengembalikan arah tujuan dari pelaksanaan proyek jika terjadi jadwal maupun anggaran yang meleset.
- Membangun dan menyesuaikan kegiatan dengan prioritas yang ada serta tenggat waktu yang ditentukan sebelumnya.
- Memiliki kematangan yang tinggi dalam perencanaan yang baik dalam upaya mengurangi tekanan dan stres sehingga dapat meningkatkan produktifitas kerja tim.
- Mampu membuat perencanaan dalam jangka panjang dan jangka pendek.

3. Karakteristik Kemampuan Terkait dengan Tim yang Dipimpin

- Memiliki kemampuan dan keahlian berkomunikasi serta manajerial.
- Mampu menyusun rencana, mengorganisasi, memimpin, memotivasi serta mendelegasikan tugas secara bertanggung jawab kepada setiap anggota tim.
- Menghormati para anggota tim kerjanya serta mendapat kepercayaan dan penghormatan dari mereka.
- Berbagi sukses dengan seluruh anggota tim.
- Mampu menempatkan orang yang tepat di posisi yang sesuai.
- Memberikan apresiasi yang baik kepada para anggota tim yang bekerja dengan baik.
- Mampu mempengaruhi pihak-pihak lain yang terkait dengan proyek yang dipimpinnya untuk menerima pendapat-pendapatnya serta melaksanakan rencana-rencana yang disusunnya.
- Mendelegasikan tugas-tugas namun tetap melakukan pengendalian melekat.
- Memiliki kepercayaan yang tinggi kepada para profesional terlatih untuk menerima pekerjaan-pekerjaan yang didelegasikan darinya.
- Menjadikan dirinya sebagai bagian yang terintegrasi dengan tim yang dipimpinnya.
- Mampu membangun kedisiplinan secara struktural.
- Mampu mengidentifikasi kelebihan-kelebihan dari masing-masing anggota tim serta memanfaatkannya sebagai kekuatan individual.
- Mendayagunakan setiap elemen pekerjaan untuk menstimulasi rasa hormat dari para personil yang terlibat dan mengembangkan sisi profesionalisme mereka.
- Menyediakan sedikit waktu untuk menerima setiap ide yang dapat meningkatkan kematangan serta pengembangan dirinya.
- Selalu terbuka atas hal-hal yang mendorong kemajuan.
- Memahami secara menyeluruh para anggota tim yang dipimpinnya dan mengembangkan komunikasi efektif di dalamnya.

Untuk mencapai keiteria seorang manajer yang baik, seorang manajer dapat mempraktekkan 12 kunci sukses untuk menjadi manajer proyek yang baik seperti berikut :

1. Perencanaan adalah segalanya serta berkelanjutan

Kegiatan yang paling penting bagi manajer proyek adalah terlibat dalam perencanaan yang terukur, sistematis, dan rencana tim yang terlibat mempunyai dasar hanya bertujuan keberhasilan proyek. Dan ketika seseorang ingin mengubah rencana tersebut, manajer proyek harus membuat yang perencanaan konsep yang baru untuk mencerminkan perubahan yang tepat dan benar. Jadi perencanaan dan replanning harus menjadi cara hidup bagi manajer proyek.

2. Manajer Proyek harus merasakan, dan menjadi panutan anggota tim

Karena proyek usaha terbatas dengan waktu terbatas, uang, dan sumber daya lain yang tersedia juga terbatas, jadi mereka harus terus bergerak ke arah penyelesaian. Karena anggota tim rata-rata memiliki prioritas lain, untuk itu peranan manajer proyek untuk menjaga perhatian mereka pada proyek, untuk mencek status secara berkala, melakukan evaluasi dan sebagai pengingat hal-hal yang sangat penting. Proyek yang berhasil menggunakan siklus proyek yang teruji dan terbukti. Model seperti model ISD standar dan lain-lain yang dijelaskan dalam teks ini dapat membantu memastikan bahwa standar profesional dan praktek terbaik yang dibangun dalam rencana proyek. Tidak hanya model ini yang dapat mendukung kualitas, tetapi manajer proyek membantu untuk meminimalkan ulang kesalahan yang terjadi. Jadi ketika waktu atau tekanan anggaran sangat rendah sehingga mendorong mengambil jalan pintas, maka keputusan itu kembali kepada manajer proyek untuk mengidentifikasi dan mempertahankan siklus proyek.

3. Kegiatan proyek harus divisualisasikan dan dikomunikasikan secara detail

Singkatnya, manajer proyek dan tim proyek harus sejak awal membuat gambar nyata dan menyampaikan kedalam pikiran setiap orang yang terlibat sehingga semua upaya difokuskan pada arah yang sama. Hindari deskripsi samar-samar di semua biaya, memberikan gambaran prototipe rencana dan memastikan bahwa setiap orang setuju untuk itu.

4. Sanggup menyampaikan dan berkembang secara bertahap dalam aproksimasi

Ini hanya terlalu banyak biaya dan risiko terlalu banyak waktu yang dihabiskan dalam pengerjaan ulang untuk melompat dengan kedua kaki dan mulai membangun semua deliverable proyek. Membangun sedikit demi sedikit, mendapatkan review incremental dan persetujuan, dan mempertahankan evolusi dikendalikan.

5. Proyek memerlukan persetujuan jelas oleh sponsor

Persetujuan jelas poin, disertai dengan formal sign-off oleh sponsor, UKM, dan pemangku kepentingan lainnya, harus demarkasi poin dalam evolusi deliverable proyek. It’s ini sederhana: siapa pun yang memiliki kekuatan untuk menolak atau untuk menuntut revisi kiriman setelah mereka selesai harus diperlukan untuk memeriksa dan menyetujui mereka sebagai mereka sedang dibangun.

6. Keberhasilan proyek berkorelasi dengan analisis menyeluruh untuk kebutuhan proyek

Penelitian kami telah menunjukkan bahwa ketika hasil proyek di deliverable yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan yang didokumentasikan secara menyeluruh, maka ada kemungkinan sukses yang lebih besar proyek. Jadi manajer harus bersikeras bahwa ada kebutuhan bisnis yang didokumentasikan untuk proyek tersebut sebelum mereka setuju untuk mengkonsumsi sumber daya organisasi dalam menyelesaikannya.

7. Tanggung jawab Manajer Proyek harus diimbangi dengan otoritas setara

Ini tidak cukup untuk bertanggung jawab atas hasil proyek, manajer proyek harus meminta dan memperoleh kewenangan yang cukup untuk melaksanakan tanggung jawab mereka. Secara khusus, manajer harus memiliki wewenang untuk mendapatkan dan mengkoordinasikan sumber daya, meminta dan menerima kerjasama UKM, dan membuat tepat, keputusan yang mengikat yang berdampak pada keberhasilan proyek.

8. Para manajer proyek harus berjuang untuk waktu untuk melakukan hal yang benar

Dalam pekerjaan kami dengan manajer proyek ini kita sering mendengar keluhan: “Kami selalu tampaknya memiliki waktu untuk melakukan proyek di atas, saya hanya berharap kami telah meluangkan waktu untuk melakukannya dengan benar di tempat pertama! “Proyek harus memiliki cukup waktu yang tersedia untuk” melakukannya benar pada kali pertama. “Dan manajer proyek harus berjuang untuk kali ini dengan menunjukkan kepada sponsor dan manajer puncak mengapa perlu dan bagaimana waktu yang dihabiskan akan menghasilkan kualitas.

9. manajer proyek harus memperoleh orang-orang terbaik

Dengan akuisisi orang-orang terbaik – yang paling terampil, yang paling berpengalaman, yang terbaik yang memenuhi syarat – manajer proyek sering dapat mengkompensasi waktu terlalu sedikit atau uang atau kendala proyek lainnya. manajer proyek harus berfungsi sebagai advokasi untuk para anggota tim yang berharga, membantu melindungi mereka dari gangguan luar dan membantu mereka mendapatkan alat-alat dan kondisi kerja yang diperlukan untuk menerapkan bakat mereka.

10. Pemilik proyek dan pemegang saham harus menjadi peserta aktif, bukan pelanggan pasif

Kebanyakan sponsor proyek dan stakeholder berhak menuntut kewenangan untuk menyetujui deliverable proyek, baik seluruhnya atau sebagian. Seiring dengan otoritas ini datang tanggung jawab untuk menjadi peserta aktif dalam tahap-tahap awal proyek (membantu untuk menentukan kiriman), untuk menyelesaikan review dari kiriman interim secara tepat waktu (menjaga proyek bergerak), dan membantu mempercepat manajer proyek akses ke UKM, anggota audiens target, dan dokumentasi penting.

11. Proyek harus mempunyai nilai komersil

Ada kalanya manajer proyek harus berfungsi sebagai tenaga penjual untuk menjaga komitmen para stakeholder dan sponsor. Dengan rencana proyek di tangan, manajer proyek mungkin perlu secara berkala mengingatkan orang tentang perlunya bisnis yang sedang dipenuhi dan bahwa kontribusi mereka sangat penting untuk membantu memenuhi kebutuhan ini.

12. Manajemen puncak harus aktif menyusun prioritas

Pada saat ini lebih ramping, organisasi otonom mengelola, tidak jarang untuk proyek anggota tim diharapkan untuk memainkan peran aktif tim banyak proyek pada waktu yang sama. Pada akhirnya, ada tiba saatnya ketika sumber daya yang membujur ke batas mereka dan ada terlalu banyak proyek akan selesai dengan sukses. Sebagai tanggapan, beberapa organisasi telah mendirikan Kantor Proyek terdiri dari manajer puncak dari semua departemen untuk bertindak sebagai clearinghouse untuk proyek-proyek dan permintaan proyek. Kantor Proyek review misi keseluruhan organisasi dan strategi, menetapkan kriteria untuk pemilihan proyek dan pendanaan, monitor beban kerja sumber daya, dan menentukan proyek prioritas yang cukup tinggi untuk disetujui. Dengan cara ini manajemen puncak memberikan kepemimpinan yang diperlukan untuk mencegah kemacetan multi-proyek.

Seorang manajer proyek yang baik juga harus mempersiapkan dan melengkapi kemampuan diri sendiri yang bisa diperoleh melalui kursus manajemen proyek. Adapun panduan referensi standart internasional yang kerap dipergunakan dalam bidang manajemen proyek adalam PMBOK (Project Management Body Of Knowledge). Setelah seorang manajer proyek dirasa cukup menguasai bidang pekerjaan yang sedang dijalani, maka disarankan untuk dapat mengambil sertifikasi manajemen proyek. Mereka yang berhasil mendapatkan sertifikasi ini akan memperoleh gelar PMP (Project Management Professional) dibelakang namanya sebagai bukti dimilikinya kemampuan terkait.

Sumber :
http://www.gbaconsultant.co.id/kunci=sukses-manajer-proyek
http://www.gbaconsultant.co.id/manajemen-proyek
http://www.setiabudi.name/archives/990
http://manajemenproyek.net/

Rabu, 04 April 2012

COCOMO (Constructive Cost Model)


COCOMO adalah model konstruktif biaya dan dikembangkan di TRW / Northrop-Grumman pada tahun 2002. COCOMO didesain oleh Barry Boehm untuk memperoleh perkiraan dari jumlah orang-bulan yang diperlukan untuk mengembangkan suatu produk perangkat lunak. COCOMO merupakan suatu model parametris pengestimasian yang menghitung jumlah FP dalam perencanaan serta pengembangan perangkat lunak. Satu hasil observasi yang paling penting dalam model ini adalah bahwa motivasi dari tiap orang yang terlibat ditempatkan sebagai titik berat. Hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan dan kerja sama tim merupakan sesuatu yang penting, namun demikian poin pada bagian ini sering diabaikan. COCOMO terdapat tiga macam pengimplementasian dalam evolusinya sejak dari awal kejadiannya hingga kini, yaitu:

o Basic (COCOMO I 1981)
Menghitung dari estimasi jumlah LOC (Lines of Code);

o Intermediate (COCOMO II 1999)
- Menghitung dari besarnya program dan “cost drivers” (faktor-faktor yang berpengaruh langsung kepada proyek), seperti: perangkat keras, personal, danatribut-atribut proyek lainnya;

- Mempergunakan data-data historis dari proyek-proyek yang pernah menggunakan COCOMO I, dan terdaftar pengelolaan proyeknya dalam COCOMO database.

o Advanced
Memperhitungkan semua karakteristik dari “intermediate” di atas dan “cost drivers” dari setiap fase (analisis, desain, implementasi, dsb) dalam siklus hidup pengembangan perangkat lunak.

Model COCOMO dapat diaplikasikan dalam tiga tingkatan kelas:

1. Proyek organik, adalah proyek dengan ukuran relatif kecil, dengan anggota tim yang sudah berpengalaman, dan mampu bekerja pada permintaan yang relatif fleksibel.

2. Proyek sedang (semi-terpisah), adalah proyek yang memiliki ukuran dan tingkat kerumitan yang sedang, dan tiap anggota tim memiliki tingkat keahlian yang berbeda.

3. Proyek terintegrasi, adalah proyek yang dibangun dengan spesifikasi dan operasi yang ketat.


Pengenalan Cocomo ini diawali tahun 70-an akhir. Sang pelopor Boehm, melakukan riset dengan mengambil kasus dari 63 proyek perangkat lunak untuk membuat model matematisnya.Model dasar dari model ini adalah persamaan:

effort = C x sizeM

Dikenal sebagai Constructive Cost Model (COCOMO), model konstruksi biaya.
Dimana :
C dan M adalah koefisien konstanta ( > 1 ), targantung pada tipe proyek dan organisasi, dengan cara melihat Tabel Konstanta (sudah tersedia dari penelitian).
Ditentukan pula oleh: application experience, leadership capability, new environment and tools, requirements uncertainty, software reuse.

Persamaan dasar model COCOMO adalah:

E = ab (KLOC)b

b

D = cb (E)d

b

P = E / D

Dimana E adalah usaha dalam orang-bulan, D adalah waktu pengerjaan dalam satuan bulan, KLOC adalah estimasi jumlah baris kode dalam ribuan, dan P adalah jumlah orang yang diperlukan. Koefisien ab, bb, cb, dan db diberikan pada tabel berikut:


Penggolongan suatu proyek perangkat lunak didasarkan pada sistem aplikasi dimana perangkat lunak tersebut dikembangkan dan lingkungan pendukungnya. Penggolongan ini terbagi atas:

o Organic mode : digunakan pada proyek-proyek kecil dengan sedikit pekerja dandikembangkan pada lingkungan yang tidak memerlukan program antar-muka (interface)yang kompleks, contoh: pembuatan situs mandiri untuk perusahaan;

o Semi-detached mode : dalam mode ini produk dikembangkan dalam sistem yangmemiliki banyak batasan atau syarat tertentu untuk pemrosesan dalam perangkat kerasdan lunak tertentu. Apabila terjadi perubahan pada sistem maka akan menyebabkan biayaproduksi akan bertambah tinggi, contoh: transaksi sistem pada database sebuah bank;

o Embedded mode : mode ini merupakan kombinasi antara dua mode di atas dan memilikikarekteristik gabungan antara keduanya. Proyek mode ini dikembangkan ke dalamserangkaian perangkat keras, lunak dan batasan operasional yang ketat, contoh: aplikasipengontrolan penerbangan pada pesawat terban.

Pengembangan model COCOMO adalah dengan menambahkan atribut yang dapat menentukan jumlah biaya dan tenaga dalam pengembangan perangkat lunak, yang dijabarkan dalam kategori dan subkategori sebagai berikut:

1. Atribut produk

a. Reliabilitas perangkat lunak yang diperlukan

b. Ukuran basis data aplikasi

c. Kompleksitas produk

2. Atribut perangkat keras

a. Performa program ketika dijalankan

b. Memori yang dipakai

c. Stabilitas mesin virtual

d. Waktu yang diperlukan untuk mengeksekusi perintah

3. Atribut Sumber Daya Manusia

a. Kemampuan analisis

b. Kemampuan ahli perangkat lunak

c. Pengalaman membuat aplikasi

d. Pengalaman menggunakan mesin virtual

e. Pengalaman dalam menggunakan bahasa pemrograman

4. Atribut proyek

a. Menggunakan perangkat lunak tambahan

b. Metode rekayasa perangkat lunak

c. Waktu yang diperlukan


Sumber :
yusran.blog.unsoed.ac.id/files/2009/05/1st-task-menpro-yusran2.doc
haryanto.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/.../COCOMO.ppt

Sabtu, 31 Maret 2012

Mengapa menggunakan Open Source Software?

Komputer membutuhkan software untuk melaksanakan tugasnya. Software ini dibuat oleh beberapa pengembang software. Dari beberapa model pengembangan software, model pengembangan open source software merupakan salah satu bagiannya. Model ini telah digunakan secara luas dalam 20 tahun terakhir ini. Banyak sekali teknologi yang merupakan hasil dari model pengembangan ini yang digunakan sehubungan dengan software yang diproduksi oleh industri software komersial dan hasilnya telah memberikan kemajuan besar dalam hal kapabilitas, kemampuan, aksesibilitas dan keterbelian dari software tersebut.

Open Source adalah sebuah sistem baru dalam mendistribusikan software kepada pengguna dengan memberikan program dan source code nya secara gratis! Bahkan pengguna dapat mempelajari dan melakukan modifikasi untuk membuat software tersebut sesuai dengan kebutuhan mereka.

Isu-isu keamanan yang dihadapi sistem open source, mencakup beberapa filosofi keamanan umum dan bagaimana membuat lebih aman sistem tersebut dari para penyusup. Beberapa pengguna komputer yang merupakan anggota dari komunitas pengguna Open Source Software (OSS) dan free software berpendapat bahwa kode program mereka lebih aman karena kelemahan kode program mereka lebih mudah ditemukan dan diperbaiki oleh pemakai program tersebut. Sementara itu, komunitas hak-hak kepemilikan berpendapat bahwa pembukaan akses ke kode program pada OSS akan memudahkan bagi beberapa kelompok tertentu untuk menyerang program tersebut.

Di Indonesia sendiri dibangun sebuah komunitas Indonesia Go Open Source ! IGOS yang merupakan sebuah semangat gerakan untuk meningkatkan penggunaan dan pengembangan perangkat lunak sumber terbuka di Indonesia. Deklarasi bersama yang mereka buat adalah

1. Mengingat pentingnya peran teknologi informasi dalam kehidupan masyarakat terkait dengan pertumbuhan perekonomian, maka perlu peningkatan kemandirian, daya saing, kreativitas serta inovasi bangsa sebagai kunci utama keberhasilan pembangunan Bangsa Indonesia.
2. Pemerintah bersama masyarakat bersepakat untuk melakukan upaya yang sungguh-sungguh dalam menguasai, mendayagunakan dan memanfaatkan teknologi informasi.
3. Dalam rangka mendukung keberhasilan upaya tersebut, pengembangan dan pemanfaaatn Open Source Software merupakan salah satu langkah strategis dalam mempercepat penguasaan teknologi informasi di Indonesia.
4. Untuk mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya dari upaya tersebut, perlu dilakukan langkah-langkah aksi sebagai berikut: Menggunakan perangkat lunak legal di setiap instansi pemerintah; Menyebarluaskan pemanfaatan Open Source Software di Indonesia; Menyiapkan panduan (guideline) dalam pengembangan dan pemanfaatan Open Source Software di Indonesia; Mendorong terbentuknya pusat-pusat pelatihan, competency center dan pusat-pusat inkubator bisnis berbasis open source di Indonesia; dan Mendorong dan meningkatkan koordinasi, kemampuan, kreativitas, kemauan dan partisipasi di kalangan pemerintah dan masyarakat dalam pemanfaatan Open Source Software secara maksimal.

Berikut adalah keuntungan software Open Source:

Sisi pengguna:

* Gratis
* Pengguna dapat terlibat dalam pengembangan program karena memiliki
* source code nya
* Respon yang baik dari pemakai sehingga bug dapat ditemukan dan
* diperbaiki dengan lebih cepat.

Sisi developer:

* Seluruh komunitas mau dan dapat membantu untuk membuat software anda
* menjadi lebih baik
* Tidak ada biaya iklan dan perawatan program
* Sebagai sarana untuk memperkenalkan konsep anda

Secara Umum :
- Hak Untuk Menggunakan Software
Memungkinkan user dapat dengan bebas mencoba dan menggunakan tanpa register. Hal ini dapat membantu dalam menciptakan pasar untuk mendukung dan menggunakan software. Dan hal ini juga dapat membantu dalam improvisasi kualitas dari produk dan improvisasi secara fungsi.
- Hak Untuk Memodifikasi
Hal ini sangat penting karena memberikan hak kepada user untuk dapat memodifikasi dan mengembangkan software tsb. Selain itu, hal ini memunculkan kemungkinan untuk meletakan code pada hardware baru, agar dapat diadaptasi pada situasi yang berubah-ubah, dan menjangkau pemahaman bagimana sistem itu bekerja secara detail.
- Hak Untuk Mendistribusikan Modifikasi dan Perbaikan Pada Kode
Pada kenyataannya, hak pendistribusian diakui dan merupakan hal yang umum, ini adalah hal yang berpengaruh bagi sekumpulan developer ( pengembang ) untuk bekerja bersama dalam project Open Source Software.

Sedangkan kerugian menggunakan software open source adalah :

Sisi Pengguna:
- Masalah yang Berhubungan Dengan Intelektual Properti
Pada saat ini beberapa negara diberikan software dan algoritma yang dipatenkan. Hal ini sangat sulit untuk diketahui jika beberapa metode utama untuk menyelesaikan masalah software sudah di patenkan, sehingga beberapa komunitas dapat dianggap bersalah dalam pelanggaran intelektual properti.
- Tidak Ada Garansi dari Pengembangan
Biasanya terjadi apabila pengembang tersebut bersifat individu atau tanpa dukungan dari perusahaan-perusahaan.
- Kesulitan Dalam Mengetahui Status Project
Dalam pemasarannya, software tersebut tidak banyak diiklankan.

Sisi Developer :
- Tidak ada pihak tertentu sebagai penanggung jawab software.
- Kualitas perbaikan tidak dapat dijamin kualitasnya
- Pengujian software membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang besar
- Sulit mendapatkan sertifikasi

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia,_Go_Open_Source
budi.insan.co.id/courses/ec7010/dikmenjur/winarso-report.doc
http://ezine.echo.or.id/ezine1/sedikit%20tentang%20Open%20source.txt
http://kanaichishino.wordpress.com/2012/03/28/keuntungan-dan-kerugian-menggunakan-software-open-source/

Senin, 19 Maret 2012

Jenis Profesi Teknologi Informasi

Ada beberapa jenis profesi yang digeluti oleh orang, salah satunya profesi TI. Profesi IT adalah profesi yang berhubungan dengan teknologi komputasi, seperti jaringan, perangkat keras, perangkat lunak, Internet, atau orang-orang yang bekerja dengan adanya teknologi. Banyak perusahaan kini memiliki departemen IT untuk mengelola komputer, jaringan, dan bidang teknis lainnya dari bisnis mereka. Jenis profesi TI ini belakangan mengalami perkemabangan yang pesat,beberapa alasaan diantaranya adalah :

- - Setiap bulan terdapat 2,7 miliar pencarian di Google.

- - Jumlah pesan tertulis yang diterima dan dikirim setiap hari melebihi jumlah total populasi bumi.

- - Terjadi 150 juta panggilan telepon setiap detik.

- - Diperkirakan lebih dari 40 exabytes (4.0 x 10^10) informasi baru yang unik, yang diproduksi dunia setiap tahunnya.

Melihat alasan di atas, tak pelak lagi Teknologi Infomasi dan Komunikasi (TIK) menjadi salah satu profesi yang cukup diperhitungkan. TIK meningkatkan kapasitas intelektual seseorang, karena dengan bantuan TIK, kecerdasan dan kapasitas seseorang dapat ditingkatkan.

Secara umum, pekerjaan di bidang teknologi informasi setidaknya terbagi dalam 3 kelompok sesuai bidangnya.

a. Kelompok pertama, adalah mereka yang bergelut di dunia perangkat lunak (software), baik mereka yang merancang system operasi,database maupun system aplikasi.

Pada lingkungan kelompok ini, terdapat pekerjaan-pekerjaan seperti :

§ Sistem analis, merupakan orang yang abertugas menganalisa system yang akan diimplementasikan, mulai dari menganalisa system yang ada, kelebihan dan kekurangannya, sampai studi kelayakan dan desain system yang akan dikembangkan.

§ Programer, merupakan orang yang bertugas mengimplementasikan rancangan system analis, yaitu membuat program ( baik aplikasi maupun system operasi ) sesuai system yang dianalisa sebelumnya.

§ Web designer, merupakan orang yang melakukan kegiatan perencanaan, termasuk studi kelayakan, analisis dan desain terhadap suatu proyek pembuatan aplikasi berbasis web.

§ Web programmer, merupakan orang yang bertugas mengimplementasikan rancangan web designer, yaitu membuat program berbasis web sesuai desain yang telah dirancang sebelumnya.


b. Kelompok kedua, adalah mereka yang bergelut di bidang perangkat keras (hardware).

Pada lingkungan kelompok ini, terdapat pekerjaan-pekerjaan seperti :

§ Technical engineer, sering juga disebut teknisi, yaitu orang yang berkecimpung dalam bidang teknik, baik mengenai pemeliharaan maupun perbaikan perangkat system computer.

§ Networking engineer, adalah orang yang berkecimpung dalam bidang teknis jaringan computer dari maintenance sampai pada troubleshooting-nya.


c. Kelompok ketiga, adalah mereka yang berkecimpung dalam operasional system informasi.

Pada lingkungan kelompok ini, terdapat pekerjaan-pekerjaan seperti :

§ EDP Operator, adalah orang yang bertugas mengoperasikan program-program yang berhubungan dengan electronic data processing dalam lingkungan sebuah perusahaan atau organisasi lainnya.

§ System Administrator, merupakan orang yang bertugas melakukan administrasi terhadap system, memiliki kewenangan menggunakan hak akses terhadap system, serta hal-hal lain yang berhubungan dengan pengaturan operasional sebuah system.


Beberapa profesi TI dapat didefinisikan secara spesifik yaitu :

1. - Operator

Bertugas menangani system operasi computer, menghidupkan dan mematikan mesin, melakukan pemeliharaan system computer, dan memasukkan data. Tugas operator bersifat regular dan baku.

2. - Teknisi Komputer

Memiliki kemampuan spesifik, baik dalam bidang hardware maupun software, dan mampu menangani problem-problem yang bersifat spesifik.

3. - Trainer

Bertugas melatih keterampilandalam bekerja dengan komputer.

4. - Peneliti

Memiliki tugas menemukan hal-hal barudi bidang TI, teori, konsep, atau aplikasi.

5. - Konsultan

6. Bertugas untuk menganalisa hal-hal yang berhubungan dengan TI dan memberikan solusi terhadapa masalah yang dihadapi. Penguasaan masalah menjadi sangat penting.

7. - Project Manager

Bertugas untuk mengelola proyek pengembangan software , meyakinkan agar pengembangan software dapat berjalan dengan lancar, menghasilkan produk seperti yang diharapkan, menggunakan dana dan sumber daya lain seperti yang telah dialokasikan.

8. - Programmer

Memiliki kemampuan membuat program berdasarkan permintaan, menguji dan memperbaiki program, dan mengubah program agar sesuai dengan sistem. Penguasaan bahasa pemrograman sangat ditekankan.

9. - Grafik Designer

Bertugas membuat desain grafis, baik itu web maupun animasi.Grafik desainer perlu menguasai web design dan aplikasi berbasis web.

10. - Network Specialist

Memiliki kemampuanmerancang dan mengimplementasikan jaringan komputer, dan mengelola jaringan komputer. Network specialist bertugas mengontrol kegiatan pengolahan data jaringan,

memastikan apakah sistem jaringan komputer berjalan dengan semestinya, dan memastikan bahwa tingkat keamanan data sudah memenuhi syarat.

11. - Database Administrator

Mengelola basis data pada suatu organisasi seperti kebijakan tentang data, ketersediaan dan integritas data, dan standar kualitas data. Ruang lingkup meliputi seluruh organisasi/ perusahaan.

12. - Sistem Analis dan Designer

Melakukan analisis terhadap sebuah sistem dan mengidentifikasi kelebihan, kelemahan, dan problem yang ada, dan membuat desain sistem berdasarkan analisis yang telah dibuat. Keahlian yang diperlukan antara lain memahami permasalahan secara cepat dan akurat dan berkomunikasi dengan pihak lain. (Lukito Edi Nugroho)


Beberapa profesi TI yang lebih khusus dilihat dari bidang pekerjaannya antara lain :

- - Bidang teknik pemrograman perangkat lunak yaitu application engineer, game programmer, computer programmer, O/S designer/engineer, S/W application architect .

- - Bidang media interaktif diantaranya : web designer, web master, 3D animator, virtual , reality specialist, multimedia producer, dan graphic artist.

- - Bidang sitem jaringan diantaranya : network administrator, network technician, PC support specialist, telecom network specialist, data communication specialist, dan security administrator.

- - Bidang layanan dan dukungan informasi diantaranya : technical support engineer, technical writer, instructional designer, application integrator, database administrator, enterprise system engineer, dan help desk specialist. (Sixplore)


Etika profesi memuat prinsip atau norma-norma dalam kaitanya dengan hubungan antara para profesi TI yang lain, dengan para pengguna jasanya,dan juga antara organisasi profesi lainya. Seorang profesional tidak dapat membuat program semaunya sendiri, ada beberapa hal yang harus ia perhatikan seperti:

- - untuk apa program tersebut dibuat

- - program yang dibuat nantinya harus sesuai dengan pemakai

- - harus menjamin keamanan (security) sistem kerja program tersebut.


Seseorang yang memiliki profesi di bidang IT harus memiliki :

a. - Kompetensi, dimana seseorang tersebut harus mengembangkan keahlian atau kompetensi yang ia punya.Untuk memperdalam dan memperbaharui pengetahuan dan keterampilannya sesuai tuntutan profesinya.

b. - Profesional dalam menjalankan profesinya

c. - Tanggung jawab atas apa yang telah ia perbuat. (Bayu)


Sumber :

http://www.mti.ugm.ac.id/~lukito/CommService/Prospek%20Tenaga%20IT.ppt

http://arizkaseptiani.wordpress.com/2011/04/14/profesi-it/

http://bayuzu.blogspot.com/2011/11/etika-profesi-it-profesi-bidang-it.html

http://sixplore.wordpress.com/2010/04/16/profesi-ti/

http://sixplore.wordpress.com/2010/04/16/jenis-profesi-ti/

Minggu, 18 Maret 2012

Cybercrime

Perkembangan internet saat ini sangat pesat. Perkembangan Internet dan umumny dunia cyber tidak selamanya menghasilkan hal-hal yang postif. Salah satu hal negatif yang merupakan efek sampingannya antara lain adalah kejahatan di dunia cyber atau, cybercrime. Kejahatan dunia maya (Inggris: yberccrime) adalah istilah yang mengacu kepada aktivitas kejahatan dengan komputer atau jaringan komputer menjadi alat, sasaran atau tempat terjadinya kejahatan. Termasuk ke dalam kejahatan dunia maya antara lain adalah penipuan lelang secara online, pemalsuan cek, penipuan kartu kredit/carding, confidence fraud, penipuan identitas, pornografi anak, dll. ( http://id.wikipedia.org).

Cybercrime adalah kejahatan dimana tindakan kriminal hanya bisa dilakukan dengan menggunakan teknologi cyber dan terjadi di dunia cyber. Banyak diantaramya adalah pegawai sebuah perusahaan yang loyal dan dipercaya oleh perusahaan-nya, dan dia tidak perlu melakukan kejahatan computer. Mereka adalah orang-orang yang tergoda pada lubang-lubang yang terdapat pada sistem computer. Sehingga kesempatan merupakan penyebab utama orang-orang tersebut menjadi ‘penjahat cyber.

Kategori Cybercrime adalah :

1. Cyberpiracy

Penggunaan teknologi komputer untuk :

· mencetak ulang software atau informasi

· mendistribusikan informasi atau software tersebut melalui jaringan computer

Contoh : Mendistribusikan mp3 di internet melalui teknologi peer to peer


2. Cybertrespass

Penggunaan teknologi komputer untuk meningkatkan akses pada:

· Sistem komputer sebuah organisasi atau individu

· Web site yang di-protect dengan password

Contoh : membuat virus SASSER


3. Cybervandalism

Penggunaan teknologi komputer untuk membuat program yang :

· Mengganggu proses transmisi informasi elektronik

· Menghancurkan data di computer

Contoh : melakukan serangan DoS ke sebuah web


Beberapa contoh kasus cyber crime antara lain:

- Pencurian dan penggunaan account Internet milik orang lain

Adanya akun pelanggan yang dicuri dan digunakan dengan tidak syah. Pelanggan yang dicuri tidak merasakan ada yang hilang, hanya ketika akun mereka dibebani biaya penggunaan akun baru mereka merasakan kerugiannya.

- Membajak Situs Web

Mengubah halaman web, yang dikenal dengan istilah deface. Pembajakan dapat dilakukan dengan mengeksploitasi lubang keamanan.

- Probing dan port scanning

Melakukan pengintaian dengan melakukan “port scanning” atau “probing” untuk melihat servis-servis apa saja yang tersedia di server target. Yang bersangkutan memang belum melakukan kegiatan pencurian atau penyerangan, akan tetapi kegiatan yang dilakukan sudah mencurigakan.

- Virus

Penyebaran umumnya dilakukan dengan menggunakan email. Seringkali orang yang sistem emailnya terkena virus tidak sadar akan hal ini. Virus ini kemudian dikirimkan ke tempat lain melalui emailnya.

- Denial of Service (DoS) dan Distributed DoS (DDos) attack

Merupakan serangan yang bertujuan untuk melumpuhkan target (hang, crash) sehingga dia tidak dapat memberikan layanan. Serangan ini tidak melakukan pencurian, penyadapan, ataupun pemalsuan data. Akan tetapi dengan hilangnya layanan maka target tidak dapat memberikan servis sehingga ada kerugian finansial.

- Kejahatan yang berhubungan dengan nama domain

a. Cybersquatting

Mencoba menarik keuntungan dengan mendaftarkan domain nama perusahaan orang lain dan kemudian berusaha menjualnya dengan harga yang lebih mahal

b. Typosquatting

Membuat nama domain yang mirip dengan nama domain orang lain, menggunakan nama domain saingan perusahaan untuk merugikan perusahaan lain


Beberapa langkah penting yang harus dilakukan setiap negara dalam penanggulangan cybercrime adalah :

- Melakukan modernisasi hukum pidana nasional beserta hukum acaranya, yang diselaraskan dengan konvensi internasional yang terkait dengan kejahatan tersebut

- Meningkatkan sistem pengamanan jaringan komputer nasional sesuai standar internasional

- Meningkatkan pemahaman serta keahlian aparatur penegak hukum mengenai upaya pencegahan, investigasi dan penuntutan perkara-perkara yang berhubungan dengan cybercrime

- Meningkatkan kesadaran warga negara mengenai masalah cybercrime serta pentingnya mencegah kejahatan tersebut terjadi

- Meningkatkan kerjasama antar negara, baik bilateral, regional maupun multilateral, dalam upaya penanganan cybercrime, antara lain melalui perjanjian ekstradisi dan mutual assistance treaties.


Contoh bentuk penanggulangan antara lain :

- IDCERT (Indonesia Computer Emergency Response Team)

Salah satu cara untuk mempermudah penanganan masalah keamanan adalah dengan membuat sebuah unit untuk melaporkan kasus keamanan. Masalah keamanan ini di luar negeri mulai dikenali dengan munculnya “sendmail worm” (sekitar tahun 1988) yang menghentikan sistem email Internet kala itu. Kemudian dibentuk sebuah Computer Emergency Response Team (CERT) Semenjak itu di negara lain mulai juga dibentuk CERT untuk menjadi point of contact bagi orang untuk melaporkan masalah kemanan. IDCERT merupakan CERT Indonesia.

- Sertifikasi perangkat security. Perangkat yang digunakan untuk menanggulangi keamanan semestinya memiliki peringkat kualitas. Perangkat yang digunakan untuk keperluan pribadi tentunya berbeda dengan perangkat yang digunakan untuk keperluan militer. Namun sampai saat ini belum ada institusi yang menangani masalah evaluasi perangkat keamanan di Indonesia. Di Korea hal ini ditangani oleh Korea Information Security Agency.


Sumber :

http://labkom.bl.ac.id/cybercrime

http://budi.insan.co.id/articles/cybercrime.doc

http://id.wikipedia.org/wiki/Kejahatan_dunia_maya

http://wilis.himatif.or.id/download/CYBERCRIME.doc

Selasa, 06 Maret 2012

Etika dan Profesionalisme TSI

Apa Pengertian Etika dan Profesionalisme TSI?

Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Menurut para ahli maka etika tidak lain adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk. Perkataan etika atau lazim juga disebut etik, berasal dari kata Yunani ETHOS yang berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik.

Profesionalisme berasal dan kata profesional yang mempunyai makna yaitu berhubungan dengan profesi dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya, (KBBI, 1994). Sedangkan profesionalisme adalah tingkah laku, keahlian atau kualitas dan seseorang yang professional (Longman, 1987).

Sehingga Etika dan Profesionalisme TSI dapat diartikan norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku, keahlian atau kualitas seseorang yang profesional dari manusia yang baik dalam menggunakan Teknologi Sistem Informasi yang ada di dalam lingkungannya.


Mengapa menggunakan Etika dan Profesialisme TSI?

Etika dan Profesionalisme TSI perlu digunakan karena etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini. Etika pada akhirnya membantu kita untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yang perlu kita pahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita, dengan demikian etika ini dapat dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan aspek atau sisi kehidupan manusianya.

Rumusan etika yang dituangkan dalam kode etik (Code of conduct) profesi memiliki beberapa tujuan yaitu:
1. Standar-standar etika menjelaskan dan menetapkan tanggung jawab terhadap klien, institusi, dan masyarakat pada umumnya.

2. Standar-standar etika membantu tenaga ahli profesi dalam menentukan apa yang harus mereka perbuat kalau mereka menghadapi dilema-dilema etika dalam pekerjaan.

3. Standar-standar etika membiarkan profesi menjaga reputasi atau nama dan fungsi-fungsi profesi dalam masyarakat melawan kelakuan-kelakuan yang jahat dari anggota-anggota tertentu.

4.Standar-standar etika mencerminkan / membayangkan pengharapan moral-moral dari komunitas, dengan demikian standar-standar etika menjamin bahwa para anggota profesi akan menaati kitab UU etika (kode etik) profesi dalam pelayanannya.

5. Standar-standar etika merupakan dasar untuk menjaga kelakuan dan integritas atau kejujuran dari tenaga ahli profesi.

Kapan Menggunakan Etika dan Profesionalisme TSI?

Etika dan profesionalisme TSI digunakan ketika seseorang hendak menggunakan teknologi sistem informasi yang ada. Sebagai conntoh disuatu perusahaan, semua pegawai yang hendak menggunakan TSI harus menggunakannya sesuai aturan dan nilai-nilai yang berlaku di dalam perusahaan. Ada beberapa isu-isu etika yang harus diperhatikan, seperti:
1.Isu privasi: rahasia pribadi yang sering disalahgunakan orang lain dengan memonitor e-mail, memeriksa komputer orang lain, memonitor perilaku kerja (kamera tersembunyi). Pengumpulan, penyimpanan, dan penyebaran informasi mengenai berbagai individu/pelanggan dan menjualnya kepada pihak lain untuk tujuan komersial. Privasi informasi adalah hak untuk menentukan kapan, dan sejauh mana informasi mengenai diri sendiri dapat dikomunikasikan kepada pihak lain. Hak ini berlaku untuk individu, kelompok, dan institusi.

2.Isu akurasi: autentikasi, kebenaran, dan akurasi informasi yang dikumpulkan serta diproses. Siapa yang bertanggung jawab atas berbagai kesalahan dalam informasi dan kompensasi apa yang seharusnya diberikan kepada pihak yang dirugikan?

3.Isu properti: kepemilikan dan nilai informasi (hak cipta intelektual). Hak cipta intelektual yang paling umum berkaitan dengan TI adalah perangkat lunak. Penggandaan/pembajakan perangkat lunak adalah pelanggaran hak cipta dan merupakan masalah besar bagi para vendor, termasuk juga karya intelektual lainnya seperti musik dan film.

4.Isu aksesibilitas: hak untuk mengakses infomasi dan pembayaran biaya untuk mengaksesnya. Hal ini juga menyangkut masalah keamanan sistem dan informasi.

Isu-isu tersebut harus diperhatikan dan dijadikan panduan ketika hendak menggunakan TSI dan harus dilakukan secara profesional mengingat peran seseorang tersebut disuatu perusahaan yang berkaitan erat dengan tanggung jawab orang tersebut di perusahaan.

Siapa yang Menggunakan Etika dan Profesionalisme TSI?

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, setiap orang yang hendak menggunakan teknologi sistem informasi tertentu harus mempertimbangkan untuk menggunakan etika dan profesionalisme TSI, sehingga pengguna etika dan profesionalisme TSI ini adalah semua elemen di dalam suatu lingkungan kerja yang akan menggunakan TSI. Semua elemen di suatu ligkungan kerja ini harus sadar dan bertanggung jawab untuk mengimplementasikan etika dan profesionalisme TSI untuk menghindari isu-isu etika.

Dalam era kini, informasi dipandang sebagai aset atau sumber yang setara dengan sumber-sumber lain dan juga mempunyai kekhususan persoalan dan pengelolaannya, sehingga diperlukan suatu manajemen khusus yaitu sistem manajemen informasi dengan pengelolanya yang khusus yaitu manajer informasi. Teknologi Informasi mempunyai pengaruh yang besar dalam kehidupan manusia.

Sebagai seorang yang profesional, kita mempunyai tanggung jawab untuk mempromosikan etika penggunaan teknologi informasi di tempat kerja. Kita mempunyai tanggung jawab manajerial. Kita harus menerima tanggung jawab secara etis seiring dengan aktivitas pekerjaan. Hal itu termasuk melaksanakan peran kita dengan baik sebagai suatu sumber daya manusia yang penting di dalam sistem bisnis dalam organisasi. Sebagai seorang manajer atau pebisnis profesional, akan jadi tanggung jawab kita untuk membuat keputusan-keputusan tentang aktivitas bisnis dan penggunaan teknologi informasi, yang mungkin mempunyai suatu dimensi etis yang harus dipertimbangkan.

Sumber :
http://language-komputer.blogspot.com/2011/09/etika-profesi-dalam-teknik-informatika.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Etika_Nikomakea
http://sidodolipet.blogspot.com/2010/02/pengertian-etika-pengertian-profesi-ciri.html
http://www.septianbudi.com/berita-110-pengertian-etika-dan-profesionalisme-dalam-teknologi-sistem-informasi.html

Rabu, 21 Desember 2011

DATABASE AND DATA SECURITY - STUDI KASUS PT. SIERAD PRODUCE TBK

Aspek keamanan data merupakan hal penting yang harus diperhatikan dalam manajemen data. Keamanan data telah menjadi bagian dari pengembangan teknologi informasi mengingat bahwa berjuta-juta bit informasi telah dipertukarkan dalam jaringan komputer terutama di internet. Akib (2009) menuliskan bahwa masalah keamanan data dapat diklassifikasi kedalam beberapa dimensi

Definisi basis data (database) sangatlah bervariasi. Basis data dapat dianggap sebagai kumpulan data yang terkomputerisasi, diatur dan disimpan menurut salah satu cara yang memudahkan pengambilan kembali. Menurut Conolly and Carolyn (2002), basis data adalah sekumpulan data yang saling berhubungan, yang dirancang agar dapat memenuhi kebutuhan informasi dari suatu organisasi.

Basis data dan lemari arsip dapat dikatakan tempat penyimpanan data. Prinsip utama basis data dan lemari arsip adalah pengaturan data atau arsip, sedangkan tujuan utamanya adalah kemudahan dan kecepatan dalam pengambilan kembali data atau arsip. Namun perbedaan antara keduanya hanya terletak pada media penyimpanan yang digunakan. Jika lemari arsip menggunakan lemari sebagai media penyimpanannya, maka basis data mnenggunakan media penyimpanan elektronis seperti disk (flash disk, harddisk).

Bentuk penyimpanan data secara elektronis tidak semuanya dapat disebut sebagai basis data. Hal yang sangat ditonjolkan dalam basis data adalah pengaturan atau pemilahan atau pengelompokkan atau pengorganisasian data yang akan disimpan sesuai fungsi atau jenisnya. Pemilahan atau pengelompokan ini dapat berbentuk sejumlah file atau tabel terpisah atau dalam bentuk pendefinisian kolom-kolom (field-field) data dalam setiap file atau tabel.

Dari berbagai definisi dan konsep yang diungkapkan diatas maka secara sederhana basis data dapat dikatakan sebagai suatu pengorganisasian data dengan bantuan komputer yang memungkinkan data dapat diakses dengan mudah dan cepat.

Database di komputer biasanya ditangani oleh bagian khusus dari perangkat lunak yang disebut Database Management Sistem (DBMS) yang juga digunakan untuk memanipulasi suatu basis data. Adapun dua fungsi utama DBMS adalah untuk memandu pemakai memanipulasi basis data dan melindungi basis data dari pemakai juga. Relational Database Management System (RDBMS) adalah perangkat lunak untuk membuat basis data relasional dan menyaring informasi didalamnya. (William, 1994).

Selain fungsi utamanya, DBMS juga dituntut untuk memiliki kemampuan mengamankan data dari user yang tidak berkepentingan, perbaikan bagi kegagalan sistem, concurrency sehingga user yang banyak jumlahnya tersebut dapat mengakses database pada waktu yang bersamaan, dan melakukan pengecekan integritas sehingga data pada bagian yang berbeda dari suatu database dapat tetap konsisten secara logika terhadap keseluruhan database. Sehingga dapat di tarik definisi umum bahwa DBMS adalah kumpulan program-program (software) yang memperbolehkan user untuk membuat dan memelihara database.

Menurut Winantu (2006), model basis data adalah suatu konsep yang terintegrasi dalam menggambarkan hubungan (relationships) antar data dan batasan-batasan (constraint) data dalam suatu sistem basis data.

Sebuah sistem dibagi secara fungsional dan behavioral. Analisis sistem terstruktur merupakan aktivitas pembangunan model. Model diciptakan untuk menggambarkan muatan aliran informasi (data dan kontrol). Analisis struktur bukan metode tunggal yang diaplikasikan secara konsisten oleh semua yang menggunakannya.

Penganalisaan sistem berfungsi untuk menemukan kelemahan suatu sistem, sehingga dapat diusulkan perbaikannya. Analisa sistem dilakukan setelah tahap perencanaan sistem dan sebelum tahap perancangan sistem. Tahap analisa merupakan tahap yang sangat penting karena kesalahan pada tahap ini akan menyebabkan kesalahan pada tahap selanjutnya.

Aspek keamanan data merupakan hal penting yang harus diperhatikan dalam manajemen data. Keamanan data telah menjadi bagian dari pengembangan teknologi informasi mengingat bahwa berjuta-juta bit informasi telah dipertukarkan dalam jaringan komputer terutama di internet. Akib (2009) menuliskan bahwa masalah keamanan data dapat diklassifikasi kedalam beberapa dimensi.

Informasi sebuah perusahaan mengandung nilai ekonomis maupun strategis, agar obyek kepemilikan dapat dijaga dengan baik, maka dibutuhkan metoda pengamanan. Keamanan data sangat dibutuhkan untuk mencegah dampak negatif yang dihasilkan oleh perkembangan teknologi. Sistem informasi sangatlah rentan terhadap berbagai gangguan keamanan yang dapat mengancam kelangsungan suatu organisasi atau perusahaan. Pentingnya keamanan sistem dapat dikarenakan beberapa hal yaitu: (1) Sistem dirancang untuk bersifat “terbuka”, seperti Internet (tidak ada batas fisik dan kontrol terpusat, perkembangan jaringan (internetworking) yang amat cepat; (2) aspek keamanan yang belum banyak dimengerti oleh pengguna dan menempatkan keamanan sistem pada prioritas yang rendah; dan (3) kurangnya keterampilan pengamanan.

SBU Kemitraan PT Sierad Produce Tbk menjalankan bisnis utama di bidang agroindustri dengan sistem kemitraan pembesaran ayam broiler (contract farming), dimana SBU Kemitraan adalah inti sedangkan peternak-peternak yang bekerja sama disebut dengan mitra atau plasma. Masing-masing pihak dalam kerjasama ini memiliki modal, inti berupa sarana produksi peternakan (sapronak) sedangkan mitra berupa kandang dan tenaga kerja.

Aktivitas bisnis yang dilakukan oleh SBU Kemitraan adalah sebagai berikut:

1. Melakukan rekrutmen para peternak yang akan dijadikan mitra dengan dasar kondisi dan kelayakan kandang.

2. Untuk mitra yang telah bekerja sama, SBU Kemitraan menerapkan pemilihan mitra untuk dilakukan chick-in day old chick (DOC) berdasarkan performance produksi mitra sebelumnya.

3. Sapronak yang terdiri dari DOC, feed, obat vaksin dan kimia (OVK) diperoleh SBU Kemitraan dari para pemasok baik dari group Sierad, yaitu SBU Feemill dan SBU Breeding ataupun dari pemasok luar.

4. Sapronak ini dikirimkan ke mitra, dan kemudian dilakukan aktivitas pembesaran DOC Broiler oleh mitra selama 35 hari. Di dalam proses produksi yang dilakukan oleh mitra, SBU Kemitraan juga memberikan panduan teknik oleh para PPL yang dimilikinya.

5. Monitoring performance produksi ayam yang dibesarkan oleh mitra, yang dilakukan oleh PPL adalah terkait dengan mortalitas (kematian), feed intake (pemakaian pakan), bodyweight (bobot ayam), feed consumption ratio (rasio pemakaian pakan dengan bobot ayam atau disebut juga dengan average daily gain), pemakaian obat dan kondisi ayam broiler.

6. Setelah melalui proses pembesaran selama 35 hari, DOC broiler akan menjadi livebird yang siap dijual kepada konsumen (broker, rumah potong ayam, bakul, dan individu).

7. Proses selanjutnya adalah proses barter antara piutang sapronak yang dibeli oleh mitra dengan utang livebird SBU Kemitraan kepada mitra. Hasil dari proses barter ini adalah pembayaran laba ke mitra melalui transfer bank.

8. SBU Kemitraan menerima pembayaran dari pelanggan livebird dalam 4-5 hari setelah penjualan yang ditransfer ke bank. Demikian juga melakukan pembayaran utang ke pemasok sapronak.

Dari nature aktivitas bisnis yang dipaparkan diatas menjelaskan bahwa SBU Kemitraan PT Sierad Produce memiliki database yang saling terkait satu dengan yang lain, terdiri dari data-data sebagai berikut:

- Data Mitra.

- Data Pemasok dan Pembelian.

- Data Pelanggan dan Penjualan.

- Data PPL.

- Data Cash Management (Collection dan Payment).

- Data Produksi.

Identifikasi kerawaan data pada SBU Kemitraan PT Sierad Produce dan acaman yang ditimbulkan adalah sebagai berikut:

No

Kerawanan

Keterangan

Ancaman yang Ditimbulkan

1.

Pengaksesan data yang terlarang.

Kerawanan data yang sering terjadi adalah pengaksesan data yang bukan menjadi hak dari karyawan bersangkutan. Hal ini terjadi karena pemakaian user name dan password oleh karyawan yang lainnya. Misalnya, karyawan bagian kredit kontrol dapat mengakses modul sales dengan akses full control, yang memungkinkan melakukan editing data penjualan ke konsumen.

Perubahan data yang dilakukan baik dengan sengaja ataupun tidak sengaja dapat menimbulkan perubahan atas data.

2.

Serangan virus.

Sistem operasi rentan dengan gangguan virus dan meningkatnya penyebaran virus melalui email dan USB yang dapat menimbulkan kerusakan file, dan kehilangan file data.

Sistem operasi yang rentan dengan penyebaran virus, dapat berpotensi merusak informasi dan mengganggu

jaringan komputer perusahaan.

3.

Gangguan jaringan.

Untuk jaringan ke cabang-cabang menggunakan Telkom VPN-IP dimana menggantungkan kecepatan transfer data pada layanan Telkom.

Terhambatnya input data, sehingga menghambat transaksi yang lainnya.

4.

Disaster recovery system belum terimplementasi.

Perusahaan belum memiliki standar terrencana penanggulangan bencana, sehingga tidak ada jaminan bahwa akses data ke server atau jaringan dapat berjalan secara cepat, setelah terjadi bencana. Termasuk recovery data yang ada di server.

Tidak memilki alternatif cara agar bisnis dapat terus berjalan, sehingga yang terjadi bisnis terhenti dan perusahaan mengalami kerugian.

5.

Perangkat data recovery center yang masih berada pada ruang yang sama dengan server.

Data back-up disimpan di ruang yang sama dengan server.

Jika terjadi bencana pada ruang server maka data recovery center dan file backup mengalami bencana yang sama sehingga tidak mampu mengembalikan informasi dan sistem beroperasi kembali.

6.

Tidak terklasifikasikannya informasi dengan baik.

Informasi yang berada didalam perusahaan, tidak terklasifikasi dengan baik berdasarkan aspek kerahasiaannya, maka dapat berpotensi informasi rahasia dapat terbuka.

Jika informasi atau data tidak terklasifikasi dan terproteksi berdasarkan sensitifitas dengan baik, maka dapat menyebabkan hilangnya kerahasiaan informasi perusahaan.

7.

Kurangnya pengamanan fisik (kehilangan data).

Untuk server yang ada di kantor pusat sudah terlindungi dari beberapa bahaya fisik, misalnya air, suhu, kebakaran, pencurian dan aksi illegal lainnya. Akan tetapi belum punya peralatan anti petir dan grounding yang memadai.

Server terancam rusak dan terbakar, disebabkan terkena petir sehingga data hilang.

8.

Tidak diaktifkannya pemakaian firewall.

Penggunaan firewall hanya pada sisi luar DMZ (Demilitarized Zone) saja, sehingga berpotensi terbukanya wilayah server dari gangguan yang berasal dari dalam jaringan lokal, karena area dalam DMZ tidak dilindungi firewall.

Penyusupan dan gangguan yang berasal dari jaringan lokal dapat langsung masuk ke area DMZ dimana server berada, dan mengakses informasi dan sistem yang sensitif dan kritikal

9.

Data tidak valid (obsolete or invalid data).

Masih belum dilakukan pengujian terhadap file hasil backup sistem dan data.

Jika terjadi kehilangan data pada sistem utama, maka hasil backup tidak dapat dipakai karena data tidak valid dan akhirnya terjadi kehilangan informasi.

10.

Turn-over karyawan IT yang tinggi.

Karyawan di divisi TI yang cenderung bergant-ganti karena berstatus pegawai kontrak, sehingga dengan teknologi yang digunakan oleh perusahaan, membutuhkan keterampilan dan pengetahuan yang cukup, agar dapat melakukan monitoring dan pemeliharaan terhadap sistem yang ada.

Karyawan pengganti atau baru tidak mampu menguasai teknologi perusahaan secara cepat, sehingga proses monitoring dan pemeliharaaan sistem menjadi lambat dan terhambat.

11.

Kesalahan input data.

Terjadi kesalahan input data pada aplikasi di lapangan, dan verifikasi kesalahan tersebut dilakukan secara manual.

Kesalahan input data tersebut jika tidak diverifikasi dan dikoreksi secara cepat, menyebabkan waktu layanan

menjadi lama, dan akan menurunkan kepercayaan konsumen terhadap perusahaan.

12.

Unrecorded system failures.

Tidak dilakukannya pencatatan yang sistematis terhadap kejadian-kejadian gangguan keamanan yang terjadi terutama pada aplikasi yang berhubungan dengan database atau server.

Perusahaan tidak mengetahui kelemahan/kerawanan yang dimiliki. Kelemahan ini, yang bila diketahui oleh orang lain dapat menyebabkan gangguan keamanan informasi dan database.

13.

Penyalinan data (data copying).

Modifikasi informasi dan pencurian informasi melalui komputer yang tidak mengaktifkan keamanan dekstop, saat pemiliknya tidak berada ditempat.

Terjadinya pengambilan, modifikasi dan kehilangan informasi/data yang sensitif dan kritikal melalui PC tersebut.

14.

Kerusakan damage (data damage).

Tidak dilakukan pemeliharaan terhadap perangkat pendukung yang kritikal secara rutin dan berkala, seperti pendingin ruangan pada ruang server dan listrik dengan gensetnya. Sering adanya gangguan listrik menyebabkan kerusakan peralatan dan bisa menyebabkan kerusakan pada data.

Pemeliharaan yang tidak dilakukan secara rutin dan berkala terhadap perangkat pendukung akan mengganggu terutama ruang yang kritikal seperti data center dan ruang server.

16

Tidak diaktifkannya firewall.

Tidak adanya kebijakan khusus yang mewajibkan karyawan

untuk mengaktifkan firewall pada komputernya masing-masing.

Tidak diaktifkannya PC firewall, dapat memudahkan masuknya akses yang tidak terotorisasi, sehingga dapat menyebabkan hilangnya informasi, atau modifikasi dan kerusahakan sistem dan informasi.

17.

Penyalahgunaan data (data abuse).

Penyalahgunaan data kebanyakan selama ini yang melakukan adalah bagian produksi dan penjualan terkait dengan data mitra dan data konsumen. Data ini biasanya diambil saat karyawan bersangkutan pindah ke kompetitor.

Penggunaan data dan informasi yang disalahgunakan dapat merugikan perusahaan karena kebocorannya, terutama jika berhubungan dengan data bisnis.

18.

Replika data yang tidak konsisten.

Saat ini terdapat proses back-up data yang dilakukan secara otomatis dengan menempatkan program pada SQL server, tetapi konsistensi proses back-up data sangat rendah.

Data tidak terback-up dengan baik, sehingga menyebabkan ketersediaan data yang rendah.

Didalam menghadapi dan meminimalkan kerawanan data, perusahaan menggunakan beberapa metoda pengamanan data yang terkait dengan electronically safe, physically safe dan procedurally safe.

· Access right assignment.

Metoda ini dibuat berdasarkan segregation of duties atas job description user pengguna ERP. Penerapannya dilakukan pada security level yang terdapat pada software ERP Microsoft Dynamic Axapta.

Terdapat lima (5) pembagian akses security level yang dilakukan di Microsoft Dynamic Axapta , yaitu:

Ø No Access

User tidak diberikan akses atas suatu modul atau aplikasi yang ada dalam software ERP.

Ø View

User hanya dapat melihat saja (read only), tanpa dapat melakukan editing ataupun create.

Ø Edit

User memiliki akses untuk melakukan editing atas data yang telah diinput sebelumnya melalui software ERP.

Ø Create

User diberikan akses untuk melakukan create atas suatu transaksi.

Ø Full Control

User yang memiliki full control dapat melakukan view, edit dan create.

· Authentication.

Authentication dilakukan melalui dua layer. Yang pertama ketika user log-on ke Windows, dimana setiap user memiliki user name dan password.

Kedua ketika user log-on ke software ERP Microsoft Dynamics Axapta, dimana setiap user memiliki user name dan password juga. Setiap user harus terdaftar dalam active directory (domain) di server.

· Virus prevention, detection and removal.

Untuk metode pengamanan yang berhubungan dengan virus, perusahaan menggunakan software antivirus ESET NOD32 Ver. 4. Antivirus ini juga digunakan pada server dan data center, sama seperti yang digunakan pada PC dalam jaringan perusahaan.

Proteksi yang diberikan oleh software antivirus ini meliputi:

Ø Real-time file system protection.

Untuk melindungi sistem dan file dari virus yang masuk, baik dari luar jaringan maupun dikarenakan akses external storage ke PC bersangkutan, misanya pemakain USB dan external hardisk.

Ø Email client protection.

Digunakan untuk melindungi virus yang masuk melalui email user.

Ø Web access protection.

Perlindungan yang diberikan saat pengguna melakukan atau menggunakan akses internet.

Ø Antispyware protection.

Spyware merupakan tipe malware yang dinstal pada computer, digunakan untuk mengambil informasi tanpa sepengetahuan user. Program anti-spyware digunakan untuk melawan spyware dengan memberikan real-time protection dan deteksi spyware yang terinstal dalam komputer.

· Network Protection and security.

SBU Kemitraan seperti dijelaskan di atas menggunakan Telkom VPN-IP untuk jaringan ke cabang-cabangnya. Sedangkan jaringan di dalam menggunakan LAN.

Pengamanan network dilakan dengan memberikan IP kepada setiap PC user. Selain digunakan sebagai kontrol penggunaan IP dan aktivitas user, pengamanan ini cukup efektif untuk memproteksi user eksternal masuk ke dalam jaringan perusahaan.

· Periodical Data Backup,

Data back-up dilakukan secara langsung melalui program otomatis di SQL server. Hasil back-up data juga disimpan pada external data storage yang lainnya. Back-up dilakukan setiap hari setiap jam 11 malam, sedangkan penggandaan ke external data storage dilakukan 1 minggu sekali.

· Recovery System.

Saat ini perusahaan belum memiliki data recovery center yang terpisah dengan kantor pusat. Bahkan DRC yang dimiliki menjadi satu dengan data center dan server.

· Monitoring System.

Sistem monitoring yang dilakukan pada ruang server dan data center masih ditujukan kepada pengamanan fisik peralatan database. Beberapa diantaranya adalah, pengaturan suhu ruangan dengan air conditioner dan kontrol log, security system sehingga membatasi hanya karyawan yang berkepentingan saja yang masuk ke dalam ruangan dengan memasang finger detection, selain itu juga terdapat sprinkle dan tabung pemadam andaikata terjadi kebakaran. Untuk menghindari kerusakan data yang diakibatkan oleh adanya naik atau turunnya arus listrik, digunakan stabilizer dan UPS.

· Establishment of IT Organization.

Perusahaan telah memiliki organisasi dan sumber daya IT yang mencukupi, sehingga penanganan masalah yang terjadi dapat dilakukan dengan cepat. Meskipun pada kenyataannya turn-over karyawan masih cukup tinggi.

· Establishment of SOP and Training.

Training sudah dilakukan kebanyakan untuk karyawan IT saja, sedangkan untuk user software ERP training biasanya dilakukan oleh SBU Kemitraan sendiri. Standard operating procedure sudah dimiliki tetapi masih mengatur hal-hal yang umum dan bersifat sederhana.

· Standardized Software.

Untuk meminimalisasi kerawanan data, perusahaan menerapkan kebijakan instalasi software standar pada setiap user. Disamping itu hal ini ditujukan untuk memaksimalkan kerja sistem komputer, kerja karyawan bersangkutan dan menghindarkan dari pemakaian software bajakan.

· Firewall Installation.

Perusahaan menggunakan firewall, yaitu suatu dara atau mekanisme yang diterapkan baik terhadap hardware, software ataupun sistem dengan tujuan untuk melindungi. Perlindungan yang dilakukan adalah dengan menyaring, membatasi dan menolak semua kegiatan dari luar (Demilitarized Zone) segmen perusahaan yang tidak memiliki hak melakukan akses (unauthorized access). Segmen yang dimaksud di sini adalah server, router dan LAN.

· Information Technology (IT) Audit.

Sekarang mulai dilakukan IT audit yang mencakup ketaatan aktivitas yang dilakukan oleh user dan IT terhadap SOP dan melakukan test data dan informasi yang dihasilkan dengan menggunakan CAATs (Computer Assisted Audit Tools and Techniques). Hasil yang didapatkan dari proses audit kemudian dijadikan masukkan kepada IT departemen untuk memperbaiki dan menyempurnakan SOP yang telah ada.

Kesimpulan :

1. SBU Kemitraan PT Sierad Produce Tbk dalam menjalankan bisnis utama di bidang agroindustri dengan sistem kemitraan pembesaran ayam broiler (contract farming) telah menggunakan sistem informasi yang menggunakan database dengan software ERP Microsoft Dynamics Axapta dengan menggunakan jaringan Telkom VPN-IP dan server Microsoft SQL.

2. Data-data yang terdapat dalam database terkait dengan data mitra, pemasok dan pembelian, pelanggan dan penjualan, petugas penyuluh lapangan, cash management dan data produksi.

3. SBU Kemitraan juga memiliki kerawanan atas database yang dimilikinya. Beberapa kerawanan tertinggi yang perlu mendapatkan perhatian antara lain pengaksesan data yang terlarang, serangan virus, disaster recovery systemdan perangkat data recovery center yang masih berada pada ruang yang sama dengan server, turn-over karyawan IT yang tinggi serta, replika data yang tidak konsisten.

4. Untuk menangani kerawanan database yang pada akhirnya menimbulkan ancaman, SBU Kemitraan menerapkan metode pengamanan data yang terkait dengan electronically safe, physically safe dan procedurally safe.yang telah dilakukan adalah seperti access right assignment, authentication, virus prevention, detection and removal, network protection and security, periodical data backup, monitoring system, establishment of IT organization, establishment of SOP and Training, standardized software, firewall installation, dan information Technology (IT) Audit. Khusus untuk database recovery system dan database recovery center, SBU Kemitraan harus mulai membuat perencanaan yang sistematis, sehingga meminimalisasi ancaman yang ditimbulkan.

5. Terkait dengan isu kode etik, Indonesia sudah memiliki piranti-piranti pengendali dalam bentuk undang-undang dan peraturan terkait dengan ICT. Last but not least, piranti-piranti ini akan maksimal jika didukung dengan adanya komitmen masyarakat dan pemerintah dalam bentuk law enforcement yang kuat.

GO GO GO!

Ohchan

Ohchan