Pesan Tiket Mudah Murah
Rabu, 11 April 2012
Kriteria Manajer Proyek yang Baik
Rabu, 04 April 2012
COCOMO (Constructive Cost Model)
1. Proyek organik, adalah proyek dengan ukuran relatif kecil, dengan anggota tim yang sudah berpengalaman, dan mampu bekerja pada permintaan yang relatif fleksibel.
2. Proyek sedang (semi-terpisah), adalah proyek yang memiliki ukuran dan tingkat kerumitan yang sedang, dan tiap anggota tim memiliki tingkat keahlian yang berbeda.
3. Proyek terintegrasi, adalah proyek yang dibangun dengan spesifikasi dan operasi yang ketat.
E = ab (KLOC)b
b
D = cb (E)d
b
P = E / D

1. Atribut produk
a. Reliabilitas perangkat lunak yang diperlukan
b. Ukuran basis data aplikasi
c. Kompleksitas produk
2. Atribut perangkat keras
a. Performa program ketika dijalankan
b. Memori yang dipakai
c. Stabilitas mesin virtual
d. Waktu yang diperlukan untuk mengeksekusi perintah
3. Atribut Sumber Daya Manusia
a. Kemampuan analisis
b. Kemampuan ahli perangkat lunak
c. Pengalaman membuat aplikasi
d. Pengalaman menggunakan mesin virtual
e. Pengalaman dalam menggunakan bahasa pemrograman
4. Atribut proyek
a. Menggunakan perangkat lunak tambahan
b. Metode rekayasa perangkat lunak
c. Waktu yang diperlukan
Sabtu, 31 Maret 2012
Mengapa menggunakan Open Source Software?
Senin, 19 Maret 2012
Jenis Profesi Teknologi Informasi
Ada beberapa jenis profesi yang digeluti oleh orang, salah satunya profesi TI. Profesi IT adalah profesi yang berhubungan dengan teknologi komputasi, seperti jaringan, perangkat keras, perangkat lunak, Internet, atau orang-orang yang bekerja dengan adanya teknologi. Banyak perusahaan kini memiliki departemen IT untuk mengelola komputer, jaringan, dan bidang teknis lainnya dari bisnis mereka. Jenis profesi TI ini belakangan mengalami perkemabangan yang pesat,beberapa alasaan diantaranya adalah :
- - Setiap bulan terdapat 2,7 miliar pencarian di Google.
- - Jumlah pesan tertulis yang diterima dan dikirim setiap hari melebihi jumlah total populasi bumi.
- - Terjadi 150 juta panggilan telepon setiap detik.
- - Diperkirakan lebih dari 40 exabytes (4.0 x 10^10) informasi baru yang unik, yang diproduksi dunia setiap tahunnya.
Melihat alasan di atas, tak pelak lagi Teknologi Infomasi dan Komunikasi (TIK) menjadi salah satu profesi yang cukup diperhitungkan. TIK meningkatkan kapasitas intelektual seseorang, karena dengan bantuan TIK, kecerdasan dan kapasitas seseorang dapat ditingkatkan.
Secara umum, pekerjaan di bidang teknologi informasi setidaknya terbagi dalam 3 kelompok sesuai bidangnya.
a. Kelompok pertama, adalah mereka yang bergelut di dunia perangkat lunak (software), baik mereka yang merancang system operasi,database maupun system aplikasi.
Pada lingkungan kelompok ini, terdapat pekerjaan-pekerjaan seperti :
§ Sistem analis, merupakan orang yang abertugas menganalisa system yang akan diimplementasikan, mulai dari menganalisa system yang ada, kelebihan dan kekurangannya, sampai studi kelayakan dan desain system yang akan dikembangkan.
§ Programer, merupakan orang yang bertugas mengimplementasikan rancangan system analis, yaitu membuat program ( baik aplikasi maupun system operasi ) sesuai system yang dianalisa sebelumnya.
§ Web designer, merupakan orang yang melakukan kegiatan perencanaan, termasuk studi kelayakan, analisis dan desain terhadap suatu proyek pembuatan aplikasi berbasis web.
§ Web programmer, merupakan orang yang bertugas mengimplementasikan rancangan web designer, yaitu membuat program berbasis web sesuai desain yang telah dirancang sebelumnya.
b. Kelompok kedua, adalah mereka yang bergelut di bidang perangkat keras (hardware).
Pada lingkungan kelompok ini, terdapat pekerjaan-pekerjaan seperti :
§ Technical engineer, sering juga disebut teknisi, yaitu orang yang berkecimpung dalam bidang teknik, baik mengenai pemeliharaan maupun perbaikan perangkat system computer.
§ Networking engineer, adalah orang yang berkecimpung dalam bidang teknis jaringan computer dari maintenance sampai pada troubleshooting-nya.
c. Kelompok ketiga, adalah mereka yang berkecimpung dalam operasional system informasi.
Pada lingkungan kelompok ini, terdapat pekerjaan-pekerjaan seperti :
§ EDP Operator, adalah orang yang bertugas mengoperasikan program-program yang berhubungan dengan electronic data processing dalam lingkungan sebuah perusahaan atau organisasi lainnya.
§ System Administrator, merupakan orang yang bertugas melakukan administrasi terhadap system, memiliki kewenangan menggunakan hak akses terhadap system, serta hal-hal lain yang berhubungan dengan pengaturan operasional sebuah system.
Beberapa profesi TI dapat didefinisikan secara spesifik yaitu :
1. - Operator
Bertugas menangani system operasi computer, menghidupkan dan mematikan mesin, melakukan pemeliharaan system computer, dan memasukkan data. Tugas operator bersifat regular dan baku.
2. - Teknisi Komputer
Memiliki kemampuan spesifik, baik dalam bidang hardware maupun software, dan mampu menangani problem-problem yang bersifat spesifik.
3. - Trainer
Bertugas melatih keterampilandalam bekerja dengan komputer.
4. - Peneliti
Memiliki tugas menemukan hal-hal barudi bidang TI, teori, konsep, atau aplikasi.
5. - Konsultan
6. Bertugas untuk menganalisa hal-hal yang berhubungan dengan TI dan memberikan solusi terhadapa masalah yang dihadapi. Penguasaan masalah menjadi sangat penting.
7. - Project Manager
Bertugas untuk mengelola proyek pengembangan software , meyakinkan agar pengembangan software dapat berjalan dengan lancar, menghasilkan produk seperti yang diharapkan, menggunakan dana dan sumber daya lain seperti yang telah dialokasikan.
8. - Programmer
Memiliki kemampuan membuat program berdasarkan permintaan, menguji dan memperbaiki program, dan mengubah program agar sesuai dengan sistem. Penguasaan bahasa pemrograman sangat ditekankan.
9. - Grafik Designer
Bertugas membuat desain grafis, baik itu web maupun animasi.Grafik desainer perlu menguasai web design dan aplikasi berbasis web.
10. - Network Specialist
Memiliki kemampuanmerancang dan mengimplementasikan jaringan komputer, dan mengelola jaringan komputer. Network specialist bertugas mengontrol kegiatan pengolahan data jaringan,
memastikan apakah sistem jaringan komputer berjalan dengan semestinya, dan memastikan bahwa tingkat keamanan data sudah memenuhi syarat.
11. - Database Administrator
Mengelola basis data pada suatu organisasi seperti kebijakan tentang data, ketersediaan dan integritas data, dan standar kualitas data. Ruang lingkup meliputi seluruh organisasi/ perusahaan.
12. - Sistem Analis dan Designer
Melakukan analisis terhadap sebuah sistem dan mengidentifikasi kelebihan, kelemahan, dan problem yang ada, dan membuat desain sistem berdasarkan analisis yang telah dibuat. Keahlian yang diperlukan antara lain memahami permasalahan secara cepat dan akurat dan berkomunikasi dengan pihak lain. (Lukito Edi Nugroho)
Beberapa profesi TI yang lebih khusus dilihat dari bidang pekerjaannya antara lain :
- - Bidang teknik pemrograman perangkat lunak yaitu application engineer, game programmer, computer programmer, O/S designer/engineer, S/W application architect .
- - Bidang media interaktif diantaranya : web designer, web master, 3D animator, virtual , reality specialist, multimedia producer, dan graphic artist.
- - Bidang sitem jaringan diantaranya : network administrator, network technician, PC support specialist, telecom network specialist, data communication specialist, dan security administrator.
- - Bidang layanan dan dukungan informasi diantaranya : technical support engineer, technical writer, instructional designer, application integrator, database administrator, enterprise system engineer, dan help desk specialist. (Sixplore)
Etika profesi memuat prinsip atau norma-norma dalam kaitanya dengan hubungan antara para profesi TI yang lain, dengan para pengguna jasanya,dan juga antara organisasi profesi lainya. Seorang profesional tidak dapat membuat program semaunya sendiri, ada beberapa hal yang harus ia perhatikan seperti:
- - untuk apa program tersebut dibuat
- - program yang dibuat nantinya harus sesuai dengan pemakai
- - harus menjamin keamanan (security) sistem kerja program tersebut.
Seseorang yang memiliki profesi di bidang IT harus memiliki :
a. - Kompetensi, dimana seseorang tersebut harus mengembangkan keahlian atau kompetensi yang ia punya.Untuk memperdalam dan memperbaharui pengetahuan dan keterampilannya sesuai tuntutan profesinya.
b. - Profesional dalam menjalankan profesinya
c. - Tanggung jawab atas apa yang telah ia perbuat. (Bayu)
Sumber :
http://www.mti.ugm.ac.id/~lukito/CommService/Prospek%20Tenaga%20IT.ppt
http://arizkaseptiani.wordpress.com/2011/04/14/profesi-it/
http://bayuzu.blogspot.com/2011/11/etika-profesi-it-profesi-bidang-it.html
http://sixplore.wordpress.com/2010/04/16/profesi-ti/
http://sixplore.wordpress.com/2010/04/16/jenis-profesi-ti/
Minggu, 18 Maret 2012
Cybercrime
Perkembangan internet saat ini sangat pesat. Perkembangan Internet dan umumny dunia cyber tidak selamanya menghasilkan hal-hal yang postif. Salah satu hal negatif yang merupakan efek sampingannya antara lain adalah kejahatan di dunia cyber atau, cybercrime. Kejahatan dunia maya (Inggris: yberccrime) adalah istilah yang mengacu kepada aktivitas kejahatan dengan komputer atau jaringan komputer menjadi alat, sasaran atau tempat terjadinya kejahatan. Termasuk ke dalam kejahatan dunia maya antara lain adalah penipuan lelang secara online, pemalsuan cek, penipuan kartu kredit/carding, confidence fraud, penipuan identitas, pornografi anak, dll. ( http://id.wikipedia.org).
Cybercrime adalah kejahatan dimana tindakan kriminal hanya bisa dilakukan dengan menggunakan teknologi cyber dan terjadi di dunia cyber. Banyak diantaramya adalah pegawai sebuah perusahaan yang loyal dan dipercaya oleh perusahaan-nya, dan dia tidak perlu melakukan kejahatan computer. Mereka adalah orang-orang yang tergoda pada lubang-lubang yang terdapat pada sistem computer. Sehingga kesempatan merupakan penyebab utama orang-orang tersebut menjadi ‘penjahat cyber.
Kategori Cybercrime adalah :
1. Cyberpiracy
Penggunaan teknologi komputer untuk :
· mencetak ulang software atau informasi
· mendistribusikan informasi atau software tersebut melalui jaringan computer
Contoh : Mendistribusikan mp3 di internet melalui teknologi peer to peer
2. Cybertrespass
Penggunaan teknologi komputer untuk meningkatkan akses pada:
· Sistem komputer sebuah organisasi atau individu
· Web site yang di-protect dengan password
Contoh : membuat virus SASSER
3. Cybervandalism
Penggunaan teknologi komputer untuk membuat program yang :
· Mengganggu proses transmisi informasi elektronik
· Menghancurkan data di computer
Contoh : melakukan serangan DoS ke sebuah web
Beberapa contoh kasus cyber crime antara lain:
- Pencurian dan penggunaan account Internet milik orang lain
Adanya akun pelanggan yang dicuri dan digunakan dengan tidak syah. Pelanggan yang dicuri tidak merasakan ada yang hilang, hanya ketika akun mereka dibebani biaya penggunaan akun baru mereka merasakan kerugiannya.
- Membajak Situs Web
Mengubah halaman web, yang dikenal dengan istilah deface. Pembajakan dapat dilakukan dengan mengeksploitasi lubang keamanan.
- Probing dan port scanning
Melakukan pengintaian dengan melakukan “port scanning” atau “probing” untuk melihat servis-servis apa saja yang tersedia di server target. Yang bersangkutan memang belum melakukan kegiatan pencurian atau penyerangan, akan tetapi kegiatan yang dilakukan sudah mencurigakan.
- Virus
Penyebaran umumnya dilakukan dengan menggunakan email. Seringkali orang yang sistem emailnya terkena virus tidak sadar akan hal ini. Virus ini kemudian dikirimkan ke tempat lain melalui emailnya.
- Denial of Service (DoS) dan Distributed DoS (DDos) attack
Merupakan serangan yang bertujuan untuk melumpuhkan target (hang, crash) sehingga dia tidak dapat memberikan layanan. Serangan ini tidak melakukan pencurian, penyadapan, ataupun pemalsuan data. Akan tetapi dengan hilangnya layanan maka target tidak dapat memberikan servis sehingga ada kerugian finansial.
- Kejahatan yang berhubungan dengan nama domain
a. Cybersquatting
Mencoba menarik keuntungan dengan mendaftarkan domain nama perusahaan orang lain dan kemudian berusaha menjualnya dengan harga yang lebih mahal
b. Typosquatting
Membuat nama domain yang mirip dengan nama domain orang lain, menggunakan nama domain saingan perusahaan untuk merugikan perusahaan lain
Beberapa langkah penting yang harus dilakukan setiap negara dalam penanggulangan cybercrime adalah :
- Melakukan modernisasi hukum pidana nasional beserta hukum acaranya, yang diselaraskan dengan konvensi internasional yang terkait dengan kejahatan tersebut
- Meningkatkan sistem pengamanan jaringan komputer nasional sesuai standar internasional
- Meningkatkan pemahaman serta keahlian aparatur penegak hukum mengenai upaya pencegahan, investigasi dan penuntutan perkara-perkara yang berhubungan dengan cybercrime
- Meningkatkan kesadaran warga negara mengenai masalah cybercrime serta pentingnya mencegah kejahatan tersebut terjadi
- Meningkatkan kerjasama antar negara, baik bilateral, regional maupun multilateral, dalam upaya penanganan cybercrime, antara lain melalui perjanjian ekstradisi dan mutual assistance treaties.
Contoh bentuk penanggulangan antara lain :
- IDCERT (Indonesia Computer Emergency Response Team)
Salah satu cara untuk mempermudah penanganan masalah keamanan adalah dengan membuat sebuah unit untuk melaporkan kasus keamanan. Masalah keamanan ini di luar negeri mulai dikenali dengan munculnya “sendmail worm” (sekitar tahun 1988) yang menghentikan sistem email Internet kala itu. Kemudian dibentuk sebuah Computer Emergency Response Team (CERT) Semenjak itu di negara lain mulai juga dibentuk CERT untuk menjadi point of contact bagi orang untuk melaporkan masalah kemanan. IDCERT merupakan CERT Indonesia.
- Sertifikasi perangkat security. Perangkat yang digunakan untuk menanggulangi keamanan semestinya memiliki peringkat kualitas. Perangkat yang digunakan untuk keperluan pribadi tentunya berbeda dengan perangkat yang digunakan untuk keperluan militer. Namun sampai saat ini belum ada institusi yang menangani masalah evaluasi perangkat keamanan di Indonesia. Di Korea hal ini ditangani oleh Korea Information Security Agency.
Sumber :
http://labkom.bl.ac.id/cybercrime
http://budi.insan.co.id/articles/cybercrime.doc
http://id.wikipedia.org/wiki/Kejahatan_dunia_maya
http://wilis.himatif.or.id/download/CYBERCRIME.doc
Selasa, 06 Maret 2012
Etika dan Profesionalisme TSI
Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Menurut para ahli maka etika tidak lain adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk. Perkataan etika atau lazim juga disebut etik, berasal dari kata Yunani ETHOS yang berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik.
Profesionalisme berasal dan kata profesional yang mempunyai makna yaitu berhubungan dengan profesi dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya, (KBBI, 1994). Sedangkan profesionalisme adalah tingkah laku, keahlian atau kualitas dan seseorang yang professional (Longman, 1987).
Sehingga Etika dan Profesionalisme TSI dapat diartikan norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku, keahlian atau kualitas seseorang yang profesional dari manusia yang baik dalam menggunakan Teknologi Sistem Informasi yang ada di dalam lingkungannya.
Mengapa menggunakan Etika dan Profesialisme TSI?
Etika dan Profesionalisme TSI perlu digunakan karena etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini. Etika pada akhirnya membantu kita untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yang perlu kita pahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita, dengan demikian etika ini dapat dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan aspek atau sisi kehidupan manusianya.
Rumusan etika yang dituangkan dalam kode etik (Code of conduct) profesi memiliki beberapa tujuan yaitu:
1. Standar-standar etika menjelaskan dan menetapkan tanggung jawab terhadap klien, institusi, dan masyarakat pada umumnya.
2. Standar-standar etika membantu tenaga ahli profesi dalam menentukan apa yang harus mereka perbuat kalau mereka menghadapi dilema-dilema etika dalam pekerjaan.
3. Standar-standar etika membiarkan profesi menjaga reputasi atau nama dan fungsi-fungsi profesi dalam masyarakat melawan kelakuan-kelakuan yang jahat dari anggota-anggota tertentu.
4.Standar-standar etika mencerminkan / membayangkan pengharapan moral-moral dari komunitas, dengan demikian standar-standar etika menjamin bahwa para anggota profesi akan menaati kitab UU etika (kode etik) profesi dalam pelayanannya.
5. Standar-standar etika merupakan dasar untuk menjaga kelakuan dan integritas atau kejujuran dari tenaga ahli profesi.
Kapan Menggunakan Etika dan Profesionalisme TSI?
Etika dan profesionalisme TSI digunakan ketika seseorang hendak menggunakan teknologi sistem informasi yang ada. Sebagai conntoh disuatu perusahaan, semua pegawai yang hendak menggunakan TSI harus menggunakannya sesuai aturan dan nilai-nilai yang berlaku di dalam perusahaan. Ada beberapa isu-isu etika yang harus diperhatikan, seperti:
1.Isu privasi: rahasia pribadi yang sering disalahgunakan orang lain dengan memonitor e-mail, memeriksa komputer orang lain, memonitor perilaku kerja (kamera tersembunyi). Pengumpulan, penyimpanan, dan penyebaran informasi mengenai berbagai individu/pelanggan dan menjualnya kepada pihak lain untuk tujuan komersial. Privasi informasi adalah hak untuk menentukan kapan, dan sejauh mana informasi mengenai diri sendiri dapat dikomunikasikan kepada pihak lain. Hak ini berlaku untuk individu, kelompok, dan institusi.
2.Isu akurasi: autentikasi, kebenaran, dan akurasi informasi yang dikumpulkan serta diproses. Siapa yang bertanggung jawab atas berbagai kesalahan dalam informasi dan kompensasi apa yang seharusnya diberikan kepada pihak yang dirugikan?
3.Isu properti: kepemilikan dan nilai informasi (hak cipta intelektual). Hak cipta intelektual yang paling umum berkaitan dengan TI adalah perangkat lunak. Penggandaan/pembajakan perangkat lunak adalah pelanggaran hak cipta dan merupakan masalah besar bagi para vendor, termasuk juga karya intelektual lainnya seperti musik dan film.
4.Isu aksesibilitas: hak untuk mengakses infomasi dan pembayaran biaya untuk mengaksesnya. Hal ini juga menyangkut masalah keamanan sistem dan informasi.
Isu-isu tersebut harus diperhatikan dan dijadikan panduan ketika hendak menggunakan TSI dan harus dilakukan secara profesional mengingat peran seseorang tersebut disuatu perusahaan yang berkaitan erat dengan tanggung jawab orang tersebut di perusahaan.
Siapa yang Menggunakan Etika dan Profesionalisme TSI?
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, setiap orang yang hendak menggunakan teknologi sistem informasi tertentu harus mempertimbangkan untuk menggunakan etika dan profesionalisme TSI, sehingga pengguna etika dan profesionalisme TSI ini adalah semua elemen di dalam suatu lingkungan kerja yang akan menggunakan TSI. Semua elemen di suatu ligkungan kerja ini harus sadar dan bertanggung jawab untuk mengimplementasikan etika dan profesionalisme TSI untuk menghindari isu-isu etika.
Dalam era kini, informasi dipandang sebagai aset atau sumber yang setara dengan sumber-sumber lain dan juga mempunyai kekhususan persoalan dan pengelolaannya, sehingga diperlukan suatu manajemen khusus yaitu sistem manajemen informasi dengan pengelolanya yang khusus yaitu manajer informasi. Teknologi Informasi mempunyai pengaruh yang besar dalam kehidupan manusia.
Sebagai seorang yang profesional, kita mempunyai tanggung jawab untuk mempromosikan etika penggunaan teknologi informasi di tempat kerja. Kita mempunyai tanggung jawab manajerial. Kita harus menerima tanggung jawab secara etis seiring dengan aktivitas pekerjaan. Hal itu termasuk melaksanakan peran kita dengan baik sebagai suatu sumber daya manusia yang penting di dalam sistem bisnis dalam organisasi. Sebagai seorang manajer atau pebisnis profesional, akan jadi tanggung jawab kita untuk membuat keputusan-keputusan tentang aktivitas bisnis dan penggunaan teknologi informasi, yang mungkin mempunyai suatu dimensi etis yang harus dipertimbangkan.
Sumber :
http://language-komputer.blogspot.com/2011/09/etika-profesi-dalam-teknik-informatika.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Etika_Nikomakea
http://sidodolipet.blogspot.com/2010/02/pengertian-etika-pengertian-profesi-ciri.html
http://www.septianbudi.com/berita-110-pengertian-etika-dan-profesionalisme-dalam-teknologi-sistem-informasi.html
Rabu, 21 Desember 2011
DATABASE AND DATA SECURITY - STUDI KASUS PT. SIERAD PRODUCE TBK
Aspek keamanan data merupakan hal penting yang harus diperhatikan dalam manajemen data. Keamanan data telah menjadi bagian dari pengembangan teknologi informasi mengingat bahwa berjuta-juta bit informasi telah dipertukarkan dalam jaringan komputer terutama di internet. Akib (2009) menuliskan bahwa masalah keamanan data dapat diklassifikasi kedalam beberapa dimensi
Definisi basis data (database) sangatlah bervariasi. Basis data dapat dianggap sebagai kumpulan data yang terkomputerisasi, diatur dan disimpan menurut salah satu cara yang memudahkan pengambilan kembali. Menurut Conolly and Carolyn (2002), basis data adalah sekumpulan data yang saling berhubungan, yang dirancang agar dapat memenuhi kebutuhan informasi dari suatu organisasi.
Basis data dan lemari arsip dapat dikatakan tempat penyimpanan data. Prinsip utama basis data dan lemari arsip adalah pengaturan data atau arsip, sedangkan tujuan utamanya adalah kemudahan dan kecepatan dalam pengambilan kembali data atau arsip. Namun perbedaan antara keduanya hanya terletak pada media penyimpanan yang digunakan. Jika lemari arsip menggunakan lemari sebagai media penyimpanannya, maka basis data mnenggunakan media penyimpanan elektronis seperti disk (flash disk, harddisk).
Bentuk penyimpanan data secara elektronis tidak semuanya dapat disebut sebagai basis data. Hal yang sangat ditonjolkan dalam basis data adalah pengaturan atau pemilahan atau pengelompokkan atau pengorganisasian data yang akan disimpan sesuai fungsi atau jenisnya. Pemilahan atau pengelompokan ini dapat berbentuk sejumlah file atau tabel terpisah atau dalam bentuk pendefinisian kolom-kolom (field-field) data dalam setiap file atau tabel.
Dari berbagai definisi dan konsep yang diungkapkan diatas maka secara sederhana basis data dapat dikatakan sebagai suatu pengorganisasian data dengan bantuan komputer yang memungkinkan data dapat diakses dengan mudah dan cepat.
Database di komputer biasanya ditangani oleh bagian khusus dari perangkat lunak yang disebut Database Management Sistem (DBMS) yang juga digunakan untuk memanipulasi suatu basis data. Adapun dua fungsi utama DBMS adalah untuk memandu pemakai memanipulasi basis data dan melindungi basis data dari pemakai juga. Relational Database Management System (RDBMS) adalah perangkat lunak untuk membuat basis data relasional dan menyaring informasi didalamnya. (William, 1994).
Selain fungsi utamanya, DBMS juga dituntut untuk memiliki kemampuan mengamankan data dari user yang tidak berkepentingan, perbaikan bagi kegagalan sistem, concurrency sehingga user yang banyak jumlahnya tersebut dapat mengakses database pada waktu yang bersamaan, dan melakukan pengecekan integritas sehingga data pada bagian yang berbeda dari suatu database dapat tetap konsisten secara logika terhadap keseluruhan database. Sehingga dapat di tarik definisi umum bahwa DBMS adalah kumpulan program-program (software) yang memperbolehkan user untuk membuat dan memelihara database.
Menurut Winantu (2006), model basis data adalah suatu konsep yang terintegrasi dalam menggambarkan hubungan (relationships) antar data dan batasan-batasan (constraint) data dalam suatu sistem basis data.
Sebuah sistem dibagi secara fungsional dan behavioral. Analisis sistem terstruktur merupakan aktivitas pembangunan model. Model diciptakan untuk menggambarkan muatan aliran informasi (data dan kontrol). Analisis struktur bukan metode tunggal yang diaplikasikan secara konsisten oleh semua yang menggunakannya.
Penganalisaan sistem berfungsi untuk menemukan kelemahan suatu sistem, sehingga dapat diusulkan perbaikannya. Analisa sistem dilakukan setelah tahap perencanaan sistem dan sebelum tahap perancangan sistem. Tahap analisa merupakan tahap yang sangat penting karena kesalahan pada tahap ini akan menyebabkan kesalahan pada tahap selanjutnya.
Aspek keamanan data merupakan hal penting yang harus diperhatikan dalam manajemen data. Keamanan data telah menjadi bagian dari pengembangan teknologi informasi mengingat bahwa berjuta-juta bit informasi telah dipertukarkan dalam jaringan komputer terutama di internet. Akib (2009) menuliskan bahwa masalah keamanan data dapat diklassifikasi kedalam beberapa dimensi.
Informasi sebuah perusahaan mengandung nilai ekonomis maupun strategis, agar obyek kepemilikan dapat dijaga dengan baik, maka dibutuhkan metoda pengamanan. Keamanan data sangat dibutuhkan untuk mencegah dampak negatif yang dihasilkan oleh perkembangan teknologi. Sistem informasi sangatlah rentan terhadap berbagai gangguan keamanan yang dapat mengancam kelangsungan suatu organisasi atau perusahaan. Pentingnya keamanan sistem dapat dikarenakan beberapa hal yaitu: (1) Sistem dirancang untuk bersifat “terbuka”, seperti Internet (tidak ada batas fisik dan kontrol terpusat, perkembangan jaringan (internetworking) yang amat cepat; (2) aspek keamanan yang belum banyak dimengerti oleh pengguna dan menempatkan keamanan sistem pada prioritas yang rendah; dan (3) kurangnya keterampilan pengamanan.
SBU Kemitraan PT Sierad Produce Tbk menjalankan bisnis utama di bidang agroindustri dengan sistem kemitraan pembesaran ayam broiler (contract farming), dimana SBU Kemitraan adalah inti sedangkan peternak-peternak yang bekerja sama disebut dengan mitra atau plasma. Masing-masing pihak dalam kerjasama ini memiliki modal, inti berupa sarana produksi peternakan (sapronak) sedangkan mitra berupa kandang dan tenaga kerja.
Aktivitas bisnis yang dilakukan oleh SBU Kemitraan adalah sebagai berikut:
1. Melakukan rekrutmen para peternak yang akan dijadikan mitra dengan dasar kondisi dan kelayakan kandang.
2. Untuk mitra yang telah bekerja sama, SBU Kemitraan menerapkan pemilihan mitra untuk dilakukan chick-in day old chick (DOC) berdasarkan performance produksi mitra sebelumnya.
3. Sapronak yang terdiri dari DOC, feed, obat vaksin dan kimia (OVK) diperoleh SBU Kemitraan dari para pemasok baik dari group Sierad, yaitu SBU Feemill dan SBU Breeding ataupun dari pemasok luar.
4. Sapronak ini dikirimkan ke mitra, dan kemudian dilakukan aktivitas pembesaran DOC Broiler oleh mitra selama 35 hari. Di dalam proses produksi yang dilakukan oleh mitra, SBU Kemitraan juga memberikan panduan teknik oleh para PPL yang dimilikinya.
5. Monitoring performance produksi ayam yang dibesarkan oleh mitra, yang dilakukan oleh PPL adalah terkait dengan mortalitas (kematian), feed intake (pemakaian pakan), bodyweight (bobot ayam), feed consumption ratio (rasio pemakaian pakan dengan bobot ayam atau disebut juga dengan average daily gain), pemakaian obat dan kondisi ayam broiler.
6. Setelah melalui proses pembesaran selama 35 hari, DOC broiler akan menjadi livebird yang siap dijual kepada konsumen (broker, rumah potong ayam, bakul, dan individu).
7. Proses selanjutnya adalah proses barter antara piutang sapronak yang dibeli oleh mitra dengan utang livebird SBU Kemitraan kepada mitra. Hasil dari proses barter ini adalah pembayaran laba ke mitra melalui transfer bank.
8. SBU Kemitraan menerima pembayaran dari pelanggan livebird dalam 4-5 hari setelah penjualan yang ditransfer ke bank. Demikian juga melakukan pembayaran utang ke pemasok sapronak.
Dari nature aktivitas bisnis yang dipaparkan diatas menjelaskan bahwa SBU Kemitraan PT Sierad Produce memiliki database yang saling terkait satu dengan yang lain, terdiri dari data-data sebagai berikut:
- Data Mitra.
- Data Pemasok dan Pembelian.
- Data Pelanggan dan Penjualan.
- Data PPL.
- Data Cash Management (Collection dan Payment).
- Data Produksi.
Identifikasi kerawaan data pada SBU Kemitraan PT Sierad Produce dan acaman yang ditimbulkan adalah sebagai berikut:
| No | Kerawanan | Keterangan | Ancaman yang Ditimbulkan |
| 1. | Pengaksesan data yang terlarang. | Kerawanan data yang sering terjadi adalah pengaksesan data yang bukan menjadi hak dari karyawan bersangkutan. Hal ini terjadi karena pemakaian user name dan password oleh karyawan yang lainnya. Misalnya, karyawan bagian kredit kontrol dapat mengakses modul sales dengan akses full control, yang memungkinkan melakukan editing data penjualan ke konsumen. | Perubahan data yang dilakukan baik dengan sengaja ataupun tidak sengaja dapat menimbulkan perubahan atas data. |
| 2. | Serangan virus. | Sistem operasi rentan dengan gangguan virus dan meningkatnya penyebaran virus melalui email dan USB yang dapat menimbulkan kerusakan file, dan kehilangan file data. | Sistem operasi yang rentan dengan penyebaran virus, dapat berpotensi merusak informasi dan mengganggu jaringan komputer perusahaan.
|
| 3. | Gangguan jaringan. | Untuk jaringan ke cabang-cabang menggunakan Telkom VPN-IP dimana menggantungkan kecepatan transfer data pada layanan Telkom. | Terhambatnya input data, sehingga menghambat transaksi yang lainnya. |
| 4. | Disaster recovery system belum terimplementasi. | Perusahaan belum memiliki standar terrencana penanggulangan bencana, sehingga tidak ada jaminan bahwa akses data ke server atau jaringan dapat berjalan secara cepat, setelah terjadi bencana. Termasuk recovery data yang ada di server. | Tidak memilki alternatif cara agar bisnis dapat terus berjalan, sehingga yang terjadi bisnis terhenti dan perusahaan mengalami kerugian. |
| 5. | Perangkat data recovery center yang masih berada pada ruang yang sama dengan server. | Data back-up disimpan di ruang yang sama dengan server. | Jika terjadi bencana pada ruang server maka data recovery center dan file backup mengalami bencana yang sama sehingga tidak mampu mengembalikan informasi dan sistem beroperasi kembali. |
| 6. | Tidak terklasifikasikannya informasi dengan baik. | Informasi yang berada didalam perusahaan, tidak terklasifikasi dengan baik berdasarkan aspek kerahasiaannya, maka dapat berpotensi informasi rahasia dapat terbuka. | Jika informasi atau data tidak terklasifikasi dan terproteksi berdasarkan sensitifitas dengan baik, maka dapat menyebabkan hilangnya kerahasiaan informasi perusahaan. |
| 7. | Kurangnya pengamanan fisik (kehilangan data). | Untuk server yang ada di kantor pusat sudah terlindungi dari beberapa bahaya fisik, misalnya air, suhu, kebakaran, pencurian dan aksi illegal lainnya. Akan tetapi belum punya peralatan anti petir dan grounding yang memadai. | Server terancam rusak dan terbakar, disebabkan terkena petir sehingga data hilang. |
| 8. | Tidak diaktifkannya pemakaian firewall. | Penggunaan firewall hanya pada sisi luar DMZ (Demilitarized Zone) saja, sehingga berpotensi terbukanya wilayah server dari gangguan yang berasal dari dalam jaringan lokal, karena area dalam DMZ tidak dilindungi firewall. | Penyusupan dan gangguan yang berasal dari jaringan lokal dapat langsung masuk ke area DMZ dimana server berada, dan mengakses informasi dan sistem yang sensitif dan kritikal |
| 9. | Data tidak valid (obsolete or invalid data). | Masih belum dilakukan pengujian terhadap file hasil backup sistem dan data. | Jika terjadi kehilangan data pada sistem utama, maka hasil backup tidak dapat dipakai karena data tidak valid dan akhirnya terjadi kehilangan informasi. |
| 10. | Turn-over karyawan IT yang tinggi. | Karyawan di divisi TI yang cenderung bergant-ganti karena berstatus pegawai kontrak, sehingga dengan teknologi yang digunakan oleh perusahaan, membutuhkan keterampilan dan pengetahuan yang cukup, agar dapat melakukan monitoring dan pemeliharaan terhadap sistem yang ada. | Karyawan pengganti atau baru tidak mampu menguasai teknologi perusahaan secara cepat, sehingga proses monitoring dan pemeliharaaan sistem menjadi lambat dan terhambat. |
| 11. | Kesalahan input data. | Terjadi kesalahan input data pada aplikasi di lapangan, dan verifikasi kesalahan tersebut dilakukan secara manual. | Kesalahan input data tersebut jika tidak diverifikasi dan dikoreksi secara cepat, menyebabkan waktu layanan menjadi lama, dan akan menurunkan kepercayaan konsumen terhadap perusahaan. |
| 12. | Unrecorded system failures. | Tidak dilakukannya pencatatan yang sistematis terhadap kejadian-kejadian gangguan keamanan yang terjadi terutama pada aplikasi yang berhubungan dengan database atau server. | Perusahaan tidak mengetahui kelemahan/kerawanan yang dimiliki. Kelemahan ini, yang bila diketahui oleh orang lain dapat menyebabkan gangguan keamanan informasi dan database. |
| 13. | Penyalinan data (data copying). | Modifikasi informasi dan pencurian informasi melalui komputer yang tidak mengaktifkan keamanan dekstop, saat pemiliknya tidak berada ditempat. | Terjadinya pengambilan, modifikasi dan kehilangan informasi/data yang sensitif dan kritikal melalui PC tersebut.
|
| 14. | Kerusakan damage (data damage).
| Tidak dilakukan pemeliharaan terhadap perangkat pendukung yang kritikal secara rutin dan berkala, seperti pendingin ruangan pada ruang server dan listrik dengan gensetnya. Sering adanya gangguan listrik menyebabkan kerusakan peralatan dan bisa menyebabkan kerusakan pada data. | Pemeliharaan yang tidak dilakukan secara rutin dan berkala terhadap perangkat pendukung akan mengganggu terutama ruang yang kritikal seperti data center dan ruang server. |
| 16 | Tidak diaktifkannya firewall. | Tidak adanya kebijakan khusus yang mewajibkan karyawan untuk mengaktifkan firewall pada komputernya masing-masing. | Tidak diaktifkannya PC firewall, dapat memudahkan masuknya akses yang tidak terotorisasi, sehingga dapat menyebabkan hilangnya informasi, atau modifikasi dan kerusahakan sistem dan informasi. |
| 17. | Penyalahgunaan data (data abuse). | Penyalahgunaan data kebanyakan selama ini yang melakukan adalah bagian produksi dan penjualan terkait dengan data mitra dan data konsumen. Data ini biasanya diambil saat karyawan bersangkutan pindah ke kompetitor. | Penggunaan data dan informasi yang disalahgunakan dapat merugikan perusahaan karena kebocorannya, terutama jika berhubungan dengan data bisnis. |
| 18. | Replika data yang tidak konsisten. | Saat ini terdapat proses back-up data yang dilakukan secara otomatis dengan menempatkan program pada SQL server, tetapi konsistensi proses back-up data sangat rendah. | Data tidak terback-up dengan baik, sehingga menyebabkan ketersediaan data yang rendah. |
Didalam menghadapi dan meminimalkan kerawanan data, perusahaan menggunakan beberapa metoda pengamanan data yang terkait dengan electronically safe, physically safe dan procedurally safe.
· Access right assignment.
Metoda ini dibuat berdasarkan segregation of duties atas job description user pengguna ERP. Penerapannya dilakukan pada security level yang terdapat pada software ERP Microsoft Dynamic Axapta.
Terdapat lima (5) pembagian akses security level yang dilakukan di Microsoft Dynamic Axapta , yaitu:
Ø No Access
User tidak diberikan akses atas suatu modul atau aplikasi yang ada dalam software ERP.
Ø View
User hanya dapat melihat saja (read only), tanpa dapat melakukan editing ataupun create.
Ø Edit
User memiliki akses untuk melakukan editing atas data yang telah diinput sebelumnya melalui software ERP.
Ø Create
User diberikan akses untuk melakukan create atas suatu transaksi.
Ø Full Control
User yang memiliki full control dapat melakukan view, edit dan create.
· Authentication.
Authentication dilakukan melalui dua layer. Yang pertama ketika user log-on ke Windows, dimana setiap user memiliki user name dan password.
Kedua ketika user log-on ke software ERP Microsoft Dynamics Axapta, dimana setiap user memiliki user name dan password juga. Setiap user harus terdaftar dalam active directory (domain) di server.
· Virus prevention, detection and removal.
Untuk metode pengamanan yang berhubungan dengan virus, perusahaan menggunakan software antivirus ESET NOD32 Ver. 4. Antivirus ini juga digunakan pada server dan data center, sama seperti yang digunakan pada PC dalam jaringan perusahaan.
Proteksi yang diberikan oleh software antivirus ini meliputi:
Ø Real-time file system protection.
Untuk melindungi sistem dan file dari virus yang masuk, baik dari luar jaringan maupun dikarenakan akses external storage ke PC bersangkutan, misanya pemakain USB dan external hardisk.
Ø Email client protection.
Digunakan untuk melindungi virus yang masuk melalui email user.
Ø Web access protection.
Perlindungan yang diberikan saat pengguna melakukan atau menggunakan akses internet.
Ø Antispyware protection.
Spyware merupakan tipe malware yang dinstal pada computer, digunakan untuk mengambil informasi tanpa sepengetahuan user. Program anti-spyware digunakan untuk melawan spyware dengan memberikan real-time protection dan deteksi spyware yang terinstal dalam komputer.
· Network Protection and security.
SBU Kemitraan seperti dijelaskan di atas menggunakan Telkom VPN-IP untuk jaringan ke cabang-cabangnya. Sedangkan jaringan di dalam menggunakan LAN.
Pengamanan network dilakan dengan memberikan IP kepada setiap PC user. Selain digunakan sebagai kontrol penggunaan IP dan aktivitas user, pengamanan ini cukup efektif untuk memproteksi user eksternal masuk ke dalam jaringan perusahaan.
· Periodical Data Backup,
Data back-up dilakukan secara langsung melalui program otomatis di SQL server. Hasil back-up data juga disimpan pada external data storage yang lainnya. Back-up dilakukan setiap hari setiap jam 11 malam, sedangkan penggandaan ke external data storage dilakukan 1 minggu sekali.
· Recovery System.
Saat ini perusahaan belum memiliki data recovery center yang terpisah dengan kantor pusat. Bahkan DRC yang dimiliki menjadi satu dengan data center dan server.
· Monitoring System.
Sistem monitoring yang dilakukan pada ruang server dan data center masih ditujukan kepada pengamanan fisik peralatan database. Beberapa diantaranya adalah, pengaturan suhu ruangan dengan air conditioner dan kontrol log, security system sehingga membatasi hanya karyawan yang berkepentingan saja yang masuk ke dalam ruangan dengan memasang finger detection, selain itu juga terdapat sprinkle dan tabung pemadam andaikata terjadi kebakaran. Untuk menghindari kerusakan data yang diakibatkan oleh adanya naik atau turunnya arus listrik, digunakan stabilizer dan UPS.
· Establishment of IT Organization.
Perusahaan telah memiliki organisasi dan sumber daya IT yang mencukupi, sehingga penanganan masalah yang terjadi dapat dilakukan dengan cepat. Meskipun pada kenyataannya turn-over karyawan masih cukup tinggi.
· Establishment of SOP and Training.
Training sudah dilakukan kebanyakan untuk karyawan IT saja, sedangkan untuk user software ERP training biasanya dilakukan oleh SBU Kemitraan sendiri. Standard operating procedure sudah dimiliki tetapi masih mengatur hal-hal yang umum dan bersifat sederhana.
· Standardized Software.
Untuk meminimalisasi kerawanan data, perusahaan menerapkan kebijakan instalasi software standar pada setiap user. Disamping itu hal ini ditujukan untuk memaksimalkan kerja sistem komputer, kerja karyawan bersangkutan dan menghindarkan dari pemakaian software bajakan.
· Firewall Installation.
Perusahaan menggunakan firewall, yaitu suatu dara atau mekanisme yang diterapkan baik terhadap hardware, software ataupun sistem dengan tujuan untuk melindungi. Perlindungan yang dilakukan adalah dengan menyaring, membatasi dan menolak semua kegiatan dari luar (Demilitarized Zone) segmen perusahaan yang tidak memiliki hak melakukan akses (unauthorized access). Segmen yang dimaksud di sini adalah server, router dan LAN.
· Information Technology (IT) Audit.
Sekarang mulai dilakukan IT audit yang mencakup ketaatan aktivitas yang dilakukan oleh user dan IT terhadap SOP dan melakukan test data dan informasi yang dihasilkan dengan menggunakan CAATs (Computer Assisted Audit Tools and Techniques). Hasil yang didapatkan dari proses audit kemudian dijadikan masukkan kepada IT departemen untuk memperbaiki dan menyempurnakan SOP yang telah ada.
Kesimpulan :
1. SBU Kemitraan PT Sierad Produce Tbk dalam menjalankan bisnis utama di bidang agroindustri dengan sistem kemitraan pembesaran ayam broiler (contract farming) telah menggunakan sistem informasi yang menggunakan database dengan software ERP Microsoft Dynamics Axapta dengan menggunakan jaringan Telkom VPN-IP dan server Microsoft SQL.
2. Data-data yang terdapat dalam database terkait dengan data mitra, pemasok dan pembelian, pelanggan dan penjualan, petugas penyuluh lapangan, cash management dan data produksi.
3. SBU Kemitraan juga memiliki kerawanan atas database yang dimilikinya. Beberapa kerawanan tertinggi yang perlu mendapatkan perhatian antara lain pengaksesan data yang terlarang, serangan virus, disaster recovery systemdan perangkat data recovery center yang masih berada pada ruang yang sama dengan server, turn-over karyawan IT yang tinggi serta, replika data yang tidak konsisten.
4. Untuk menangani kerawanan database yang pada akhirnya menimbulkan ancaman, SBU Kemitraan menerapkan metode pengamanan data yang terkait dengan electronically safe, physically safe dan procedurally safe.yang telah dilakukan adalah seperti access right assignment, authentication, virus prevention, detection and removal, network protection and security, periodical data backup, monitoring system, establishment of IT organization, establishment of SOP and Training, standardized software, firewall installation, dan information Technology (IT) Audit. Khusus untuk database recovery system dan database recovery center, SBU Kemitraan harus mulai membuat perencanaan yang sistematis, sehingga meminimalisasi ancaman yang ditimbulkan.
5. Terkait dengan isu kode etik, Indonesia sudah memiliki piranti-piranti pengendali dalam bentuk undang-undang dan peraturan terkait dengan ICT. Last but not least, piranti-piranti ini akan maksimal jika didukung dengan adanya komitmen masyarakat dan pemerintah dalam bentuk law enforcement yang kuat.
GO GO GO!
Ohchan